Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Pengolahan Gas Andaman di Arun Diyakini Picu Pertumbuhan Industri Aceh

keberadaan pasokan gas dari Andaman membuka peluang pengembangan industri baru maupun perluasan industri yang telah ada di kawasan Arun

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Hendri Abik
PENGOLAHAN GAS ANDAMAN — Pengamat Ekonomi, Prof Rustam Effendi, menyebut pemanfaatan gas Andaman di Arun berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang besar bagi perekonomian Aceh, Sabtu (6/6/2026). 

Ringkasan Berita:Prof Rustam Effendi, menilai pengolahan gas Blok Andaman melalui fasilitas di KEK Arun berpotensi menjadi penggerak utama industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi Aceh
 
Pasokan gas tersebut dapat mendukung pengembangan industri pupuk, petrokimia, serta reaktivasi kilang aromatik di Arun
 
Selain membuka ribuan lapangan kerja, berkembangnya industri berbasis gas juga diyakini menggerakkan sektor informal seperti pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, dan jasa di berbagai wilayah Aceh

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengolahan gas dari Blok Andaman melalui fasilitas yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Aceh Utara, dinilai akan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan industri di Aceh. 

Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Rustam Effendi, menyebut pemanfaatan gas Andaman di Arun berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang besar bagi perekonomian daerah.

Menurut Rustam, keberadaan pasokan gas dari Andaman membuka peluang pengembangan industri baru maupun perluasan industri yang telah ada di kawasan Arun, terutama sektor pupuk dan petrokimia.

“Memungkinkan dikembangkan atau dibangun pabrik pupuk baru, atau memperluas pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang ada. 

Untuk ini, Pemerintah Aceh dapat melakukan penyertaan modal dalam industri-industri tersebut,” kata Rustam, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Pemerintah Aceh melalui penyertaan modal atau participating interest penting agar manfaat ekonomi dari aktivitas industri tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.

Baca juga: Prof Humam Dorong KEK Arun Jadi Pusat Petrokimia Nasional Berbasis Gas Andaman

Rustam juga menilai, pengembangan industri pupuk akan memberikan dampak berantai terhadap sektor pertanian. 

Selain memperkuat distribusi pupuk, keberadaan industri tersebut juga dapat menjadi pendorong aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

Selain itu, ia mendorong reaktivasi fasilitas kilang aromatik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun agar gas dari Andaman dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri di Aceh.

“Reaktivasi kembali pabrik atau instalasi kilang aromatik di KEK Arun juga harus didorong agar gas dari Andaman dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri yang ada di Aceh,” ujarnya.

Rustam juga menyarankan agar pemerintah menjajaki pembangunan industri petrokimia lainnya, seperti kilang polipropilen atau industri bijih plastik, serta berbagai industri turunan gas alam lainnya.

“Dengan begitu akan mendorong industrialisasi yang lebih besar di Aceh dengan memanfaatkan gas alam dari Andaman tersebut,” katanya.

Di sisi sosial, Rustam juga menilai, berkembangnya industri berbasis gas di Arun akan membuka peluang kerja dalam jumlah besar bagi lulusan sekolah menengah, sekolah kejuruan, perguruan tinggi, maupun politeknik di Aceh.

Baca juga: Jangan Biarkan Sejarah Arun Terulang di Andaman

Ia mengatakan, kehadiran industri baru juga akan memunculkan berbagai usaha pendukung, mulai dari jasa perbengkelan, perawatan peralatan, transportasi, makanan dan minuman, hingga sektor perhotelan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved