Senin, 8 Juni 2026

Perikanan

Petambak Bireuen Berharap Dukungan Pemerintah Bantu Normalisasi Tambak

Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
TAMBAK RUSAK – Areal tambak udang di Pante Paku, Kecamatan Jangka, masih rusak dan terhampar luas. 

Ringkasan Berita:
  • Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak parah, area tambak terhampar luas tanpa sekat, dan dipenuhi lumpur.
  • Senada, Murhaban, warga Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perbaikan tambak di desanya. 

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Hingga kini, kerusakan tambak akibat banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November lalu belum tertangani.

Sebagian petambak berupaya bangkit secara mandiri, namun terkendala keterbatasan modal dan sarana.

Hal tersebut disampaikan sejumlah petambak di Desa Pante Paku, Alue Kuta, serta beberapa desa lain di Kecamatan Jangka, Bireuen, kepada Serambinews.com, Minggu (7/6/2026).

Pantauan Serambinews.com di Pante Paku, Kecamatan Jangka, menunjukkan hamparan tambak rusak masih terlihat jelas.

Pematang tambak banyak yang hilang, sementara sebagian petambak tampak hanya berkeliling area tambak yang belum bisa difungsikan kembali.

Baca juga: Tambak Udang Masih Berlumpur, Warga Jangka-Bireuen Hilang Mata Pencaharian

Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak parah, area tambak terhampar luas tanpa sekat, dan dipenuhi lumpur.

Senada, Murhaban, warga Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perbaikan tambak di desanya.

Meski ada beberapa petambak bermodal terbatas yang mencoba melakukan perbaikan, belum satu pun tambak yang kembali beroperasi.

“Hampir semuanya masih terlantar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bireuen, Ir. M. Jafar, MM, mengatakan kerusakan tambak tersebut telah lama dilaporkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Bahkan, sejumlah menteri disebut telah meninjau langsung kondisi tambak di Kabupaten Bireuen.

“Dampak banjir bandang terhadap sektor perikanan sangat berat. Usaha tambak hancur dengan total luas kerusakan mencapai 4.943 hektare. Infrastruktur pendukung juga ikut rusak,” kata Jafar kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, penanganan dan rehabilitasi tambak yang terdampak banjir masih menunggu kebijakan serta skema bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan satuan tugas di Banda Aceh untuk membantu pemulihan sektor perikanan yang terpuruk akibat banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved