Selasa, 9 Juni 2026

Berita Banda Aceh

2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN di UIN Ar-Raniry, Ini Prodi Terfavorit

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, kampus ini menyediakan kuota 1.366 kursi mahasiswa baru melalui jalur UM-PTKIN

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Humas UIN Ar Raniry
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg saat meninjau pelaksanaan ujian UM-PTKIN 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di kampus setempat, Banda Aceh, Senin (8/6/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 2.640 calon mahasiswa mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Pelaksanaan ujian dipusatkan di lingkungan kampus setempat dengan memanfaatkan 10 laboratorium komputer yang tersebar di tujuh titik lokasi. Setiap harinya, ujian dibagi dalam tiga sesi, berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 13 Juni 2026.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, kampus ini menyediakan kuota 1.366 kursi mahasiswa baru melalui jalur UM-PTKIN yang tersebar pada 31 program studi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 3.604 orang secara nasional untuk memilih program studi di UIN Ar-Raniry

Capaian tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry sebagai PTKIN dengan jumlah pendaftar terbanyak di Sumatera dan peringkat keenam secara nasional pada jalur UM-PTKIN 2026.

"Kepercayaan masyarakat terhadap UIN Ar-Raniry terus meningkat. Ini menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan dan layanan akademik yang kami berikan semakin mendapat pengakuan," kata Mujiburrahman saat meninjau pelaksanaan ujian, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Bupati TRK Serahkan Penghargaan ke PT Socfindo Seumayam, Aktif Serahkan ZlS ke Baitul Mal Nagan Raya

Sementara Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry yang juga Ketua Panitia Lokal UM-PTKIN 2026, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA mengatakan, seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan panitia nasional.

Ia menyebutkan, dari total peserta yang mengikuti ujian di Panitia Lokal UIN Ar-Raniry terdapat satu peserta penyandang disabilitas tuna rungu yang mendapat layanan dan pendampingan khusus selama proses seleksi berlangsung.

Berdasarkan data penutupan pendaftaran per 3 Juni 2026, sebanyak 9.833 peminat tercatat memilih program studi yang tersedia di UIN Ar-Raniry dari 3.604 orang peserta. Program Studi Ekonomi Syariah menjadi jurusan dengan peminat tertinggi, yakni 1.076 orang. Posisi berikutnya ditempati Manajemen Bisnis Syariah dengan 827 peminat, Perbankan Syariah sebanyak 797 peminat, Manajemen Haji dan Umrah sebanyak 755 peminat, serta Bimbingan dan Konseling Islam dengan 680 peminat.

Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, UIN Ar-Raniry menyediakan total daya tampung 5.265 mahasiswa melalui seluruh jalur seleksi. Jalur UM-PTKIN mengambil porsi sekitar 40 persen dari total kuota penerimaan. Panitia mengimbau peserta hadir lebih awal di lokasi ujian dan memastikan seluruh dokumen persyaratan telah dipersiapkan sebelum memasuki ruang ujian. Hasil seleksi UM-PTKIN 2026 dijadwalkan diumumkan secara serentak pada 30 Juni 2026. 

Peserta Berhalangan Hadir Bisa Lapor Maksimal 1x12 Jam

Sementara Ketua Admisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muammar Yulian mengatakan, peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) yang berhalangan hadir tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh tindak lanjut dari panitia pusat. Menurutnya, peserta yang tidak dapat mengikuti ujian karena alasan tertentu, seperti mengalami musibah, kendala transportasi, kecelakaan dalam perjalanan, atau sakit, dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Sapa UM-PTKIN.

"Peserta yang berhalangan hadir dipersilakan melapor melalui SAPA UM-PTKIN. Nanti panitia pusat akan melakukan verifikasi dan memberikan kepastian terkait tindak lanjut yang dapat diberikan," kata Muammar.

Ia menegaskan, laporan tersebut harus disampaikan paling lambat 1x12 jam setelah jadwal ujian berlangsung. Peserta juga wajib melampirkan bukti yang mendukung alasan ketidakhadiran mereka. "Jika jadwal ujian berlangsung hari ini pukul 10.00 WIB, maka pelaporan harus dilakukan sebelum pukul 10.00 WIB pada hari berikutnya dengan menyertakan bukti yang relevan," ujarnya.

Muammar juga menjelaskan bahwa peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur UM-PTKIN masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses seleksi di UIN Ar-Raniry melalui jalur lain yang disediakan kampus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved