Rabu, 10 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Kisah Kepemimpinan Sunyi Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Resmi Dibukukan

Dalam pemaparannya, Rahmad menjelaskan bahwa buku tersebut disusun sebagai memoar akhir masa jabatan Prof. Ishak Hasan.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok UTU.
Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof Ishak Hasan, bersama penulis dan narasumber memperlihatkan buku Membangun Tanpa Banyak Kata: Kepemimpinan Sunyi Ishak Hasan usai peluncuran dan bedah buku di Auditorium Teuku Umar, Meulaboh, Senin (8/6/2026). Foto/Dok UTU. 

“Kami ingin menghadirkan catatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi refleksi objektif mengenai bagaimana keteladanan bekerja di ruang-ruang sunyi birokrasi kampus,” ujarnya.

Dari perspektif tata kelola institusi, Prof. Eka Srimulyani menilai kepemimpinan sunyi bukan berarti tanpa suara, melainkan menitikberatkan pada kekuatan sistem.

Menurutnya, terdapat tiga karakter utama model kepemimpinan tersebut, yaitu mengutamakan arah strategis jangka panjang institusi di atas pencitraan personal, konsisten mengeksekusi kebijakan melalui tindakan nyata, serta membangun sistem yang tetap berjalan meskipun pemimpinnya telah mengakhiri masa jabatan.

Ia juga menilai buku ini berhasil memperkaya khazanah studi kepemimpinan dengan menghadirkan contoh keberhasilan dari daerah serta menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tinggi nasional tidak hanya lahir dari pusat-pusat metropolitan.

Sementara itu, Prof. Humam Hamid menyoroti kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam mengembangkan UTU melalui pola ilmiah pokok Agro and Marine Industry. Ia membandingkan perkembangan UTU dengan pola pertumbuhan sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat, termasuk Yale University.

Menurutnya, perkembangan UTU dalam beberapa tahun terakhir tergolong pesat dan menunjukkan arah pembangunan yang jelas.

“Capaian dan berbagai prestasi yang diraih tidak mungkin terwujud tanpa kepemimpinan yang kokoh. Kemampuan membawa kampus ini tetap fokus pada sektor agro dan maritim menunjukkan visi yang tajam dalam melihat potensi daerah,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved