Aceh Tamiang
Pria Ancam Bunuh dan Bakar Rumah Perawat di Aceh Tamiang Ditangkap
Pria berinisial S itu diamankan di seputaran kantor DPRK Aceh Tamiang saat rapat dengar pendapat Komisi III dengan Dinas Kesehatan
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Polisi mengamankan seorang pria yang mengancam membunuh dan membakar rumah perawat Puskesmas Karangbaru.
- Pria berinisial S itu diamankan di seputaran kantor DPRK Aceh Tamiang saat rapat dengar pendapat Komisi III dengan Dinas Kesehatan akan berlangsung pada Selasa (9/6/2026).
- Sebelumnya pria tersebut mencoba menyerang sejumlah tenaga medis di Puskesmas Karangbaru menggunakan obeng.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Satuan Reskrim Polres Aceh Tamiang mengamankan seorang pria yang mengancam membunuh dan membakar rumah perawat Puskesmas Karangbaru.
Pria berinisial S itu diamankan di seputaran kantor DPRK Aceh Tamiang saat rapat dengar pendapat Komisi III dengan Dinas Kesehatan akan berlangsung pada Selasa (9/6/2026).
Sebelumnya pria tersebut mencoba menyerang sejumlah tenaga medis di Puskesmas Karangbaru menggunakan obeng.
Prilaku tersangka sempat direkam warga dan tersebar luas.
Baca juga: Puluhan Guru SMKN 1 Karang Baru Dilatih Rancang Pembelajaran Digital
“Yang bersangkutan sudah diamankan,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang AKP Rahmat, Rabu (10/6/2026).
Rahmat belum menjelaskan motif pelaku.
Namun diyakini Tindakan S berkaitan erat dengan petisi pencopotan Kepala Puskesmas Karangbaru yang ditandatangani 59 tenaga medis.
S sendiri disebut-sebut sebagai sopir Kepala Puskesmas Karangbaru. Konflik manejemen ini sendiri berakhir di ruang rapat Komisi III DPRK Aceh Tamiang melalui rapat dengar pendapat yang dilangsungkan Selasa (9/6/2026) petang.
Dalam rapat itu, Kepala Puskesmas Karangbaru mengundurkan diri, meski seluruh tuduhan terkait pungutan liar dan penguasaan aset dibantahnya.
“Atas kemauan sendiri, Kepala Puskesmas mengundurkan diri.
Harapan kami jangan ada lagi kejadian seperti ini karena bisa mengganggu pelayanan masyarakat,” kata Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon. (mad)
Baca juga: Polres Aceh Tamiang Kedepankan Sanksi Teguran Saat Operasi Zebra Seulawah 2025
Baca juga: Pemulihan Pascabanjir, Pidie akan Bangun 148 Huntap dan Realisasi Jadup Capai 151 KPM
Diancam Bunuh
ancam bunuh
Karang Baru
Kapolres Aceh Tamiang
seorang pria ditangkap
Serambi Indonesia
| Lahan Persawahan di Aceh Tamiang Masih Tertimbun Lumpur Banjir, Petani belum Bisa Tanam Padi |
|
|---|
| Harga Cabai Merah di Aceh Tamiang Turun, Bawang Bertahan |
|
|---|
| Batas Waktu Serahkan Diri Berakhir, Hanya Empat Napi yang Kembali ke LP Kualasimpang |
|
|---|
| Jembatan Gantung terlalu Goyang, Penyeberangan Getek Masih Primadona di Lubuksidup |
|
|---|
| Jagung & Kolam Ikan Mulai Digarap di Bukitrata, Kodim Aceh Tamiang Bidik Penuhi Pasokan Pangan Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pria-1006.jpg)