Berita Banda Aceh
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh
Pada Tahun Anggaran 2025, Kemenag menyalurkan bantuan kepada 131 madrasah swasta dan 169 madrasah negeri.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Kementerian Agama mengalokasikan dana lebih dari Rp85 miliar untuk pemulihan pascabencana di Aceh.
- Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi madrasah, pondok pesantren, rumah ibadah, dan Kantor Urusan Agama.
- Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap pada Tahun Anggaran 2025 dan 2026.
- Kemenag bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk rekonstruksi sarana strategis.
- Masyarakat Aceh turut berkontribusi melalui hibah tanah untuk pembangunan kembali fasilitas yang hanyut.
Laporan wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh melalui program tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan, rumah ibadah, serta Kantor Urusan Agama (KUA) selama Tahun Anggaran 2025 dan 2026.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hak Asasi Manusia dan Hukum, Faisal Ali Hasyim, saat mewakili Menteri Agama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan Pascabencana di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).
Faisal hadir didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Arskal Salim, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah.
Rakor juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Forkopimda, perwakilan kementerian/lembaga, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh.
Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa Kemenag telah bergerak sejak masa tanggap darurat untuk memulihkan layanan pendidikan dan keagamaan di wilayah terdampak bencana.
Pada Tahun Anggaran 2025, Kemenag menyalurkan bantuan kepada 131 madrasah swasta dan 169 madrasah negeri.
Bantuan tersebut mencakup pembersihan lingkungan sekolah, pengadaan mesin semprot air, tenda darurat, generator set, gerobak sorong, peralatan kebersihan, meubelair, hingga laptop.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 18 pondok pesantren, 6.809 guru dan tenaga pendidik, satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), serta 1.124 mahasiswa. Total bantuan yang bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tersebut mencapai Rp46,38 miliar.
Baca juga: Pemulihan Pascabanjir, Pidie akan Bangun 148 Huntap dan Realisasi Jadup Capai 151 KPM
Sementara pada Tahun Anggaran 2026, Kemenag mengalokasikan Rp14,24 miliar untuk bantuan kepada 24 madrasah swasta dan pembangunan kembali satu gedung madrasah negeri yang hanyut akibat banjir.
Di sektor Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk 64 KUA, mendistribusikan 6.000 mushaf Al-Qur'an, serta memberikan bantuan rehabilitasi ringan kepada 85 masjid dan musala dengan total anggaran Rp24,46 miliar.
Menurut Faisal, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Menteri Agama dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan dan layanan keagamaan di Aceh.
“Saya masih ingat arahan Bapak Menteri Agama agar seluruh sisa anggaran satuan kerja Kementerian Agama Pusat pada akhir Tahun Anggaran 2025 dialokasikan untuk membantu madrasah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan yang terdampak bencana di Aceh,” ujarnya.
Faisal juga mengungkapkan bahwa sejumlah madrasah, pondok pesantren, masjid, dan musala yang masuk dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Staf-Ahli-Menteri-Agama-Faisal-Ali-Hasyim-dalam-Rakor-Pascabencana-di-Banda-Aceh.jpg)