Rabu, 10 Juni 2026

Mengurangi Angka Anak Tidak Sekolah, TK RUMAN Aceh Survey Keluarga Calon Murid

Sekolah taman kanak-kanak (TK) pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Rumah baca aneuk nanggroe (RUMAN)

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
for serambinews
Sekolah taman kanak-kanak (TK) pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Rumah baca aneuk nanggroe (RUMAN) Aceh telah menyelesaikan proses survey kondisi puluhan keluarga calon peserta didik. 

Mengurangi Angka Anak Tidak Sekolah, TK RUMAN Aceh Survey Keluarga Calon Murid

SERAMBINEWS.COM – Sekolah taman kanak-kanak (TK) pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Rumah baca aneuk nanggroe (RUMAN) Aceh telah menyelesaikan proses survey kondisi puluhan keluarga calon peserta didik tahun ajaran 2026/2027 dengan kategori tidak berbayar dan berbayar Sebagian. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekola TK RUMAN Aceh, Yusniar Agustina S.Pd.I., pada Senin (8/6/2026) pagi di kantornya yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

“Selama tiga hari kami bersama bunda guru melakukan survey ke puluhan rumah keluarga calon peserta didik berkategori tidak berbayar atau gratis 100 persen dan berbayar sebagian atau subsidi. Sedangkan yang berkategori berbayar penuh, tidak lagi disurvey”, ujar Yusniar. 

Survey tersebut, ungkap Yusniar berikutnya, merupakan rangkaian dari proses sebelum dimulai setiap tahun ajaran baru sejak pertama kali TK RUMAN Aceh melakukan khidmahnya pada tahun ajaran 2015/2016 lalu. 

“Anak-anak dari keluarga yang sedang berjuang (fakir miskin) menjadi prioritas. Tidak berlaku surat keterangan miskin dan atau yang sejenisnya. Melainkan survey langsung untuk melihat kondisi finansial, sosial serta aset diam maupun bergerak”, kata Yusniar. 

Baca juga: TK RUMAN Aceh Lepas Angkatan Ke-11 dengan Pentas Seni dan Piala Karakter

Mengurangi Angka Anak Tidak Sekolah 

Sementara itu, pendiri dan Pembina PKBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif, menuturkan bahwa apa yang mereka lakukan sejak 11 tahun lalu melalui TK (taman kanak-kanak) merupakan kontribusi sederhana membantu upaya pemerintah dalam mengurangi angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih relatif tinggi. 


“Satu dari empat anak di wilayah Kota Banda Aceh masuk kategori ATS karena beragam sebab. Secara nasional, pemerintah telah berhasil menekan hingga mencapai angka 85 persen , sedangakan Banda Aceh masih 75 persen . Karena itu, dibutuhkan atensi dan kontribusi semua pihak untuk menghadirkan kondisi yang lebih baik, insya Allah”, ungkap Arif. 

Arif kemudian menukil data dari Pusat Data Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) bahwa secara nasional per 1 April 2026, jumlah ATS (anak tidak sekolah) mencapai 3.966.858, BPB (belum pernah bersekolah) berjumlah 1.913.633, DO (Drop Out/Dikeluarkan) sebanyak 986.755, serta LTM (lulus tidak melanjutkan) sejumlah 1.066.470. 

“Melalui layanan pendidikan formal, dalam 11 tahun ajaran terakhir, TK RUMAN Aceh telah meluluskan 706 peserta didik. Dari jumlah itu, sebanyak 531 anak berkategori tidak berbayar atau gratis 100 % , 122 anak bersubsidi dan 53 anak lainnya berbayar penuh. Alhamdulillah, terima kasih banyak kami haturkan kepada para donatur”, kata Arif tersenyum. 
 
Sedangkan melalui program pendidikan non formal berupa Pendidikan kesetaraan (paket) jenjang SD (A), SMP (B) dan SMA (C), PKBM RUMAN Aceh telah meluluskan 1025 peserta didik dari tahun ajaran 2018/2019 hingga 2024/2025. Terdiri dari 97 paket A, 376 paket B dan 552 paket C.

Baca juga: RUMAN Aceh Salurkan Donasi untuk Sahur dan Buka Puasa Bersama Nisyfu Sya’ban

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved