Berita Bireuen
UIA Bireuen Gelar Program KPM Terpadu Internasional, Ini Ketentuannya
“Lembaga tempat mahasiswa KPM nantinya sudah terjalin MoU sejak lama dan juga bagian dari meningkatkan kualitas lulusan, menambah pengalaman...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Program strategis: UIA melalui LPPM meluncurkan KPM terpadu internasional untuk memberikan pengalaman akademik global dan memperluas wawasan mahasiswa.
- Syarat peserta: Mahasiswa aktif S1 minimal semester 7, IPK ≥ 3.00, memiliki paspor aktif hingga Desember 2027, sehat jasmani dan rohani, serta lulus seleksi internal
- Seleksi bahasa: Peserta wajib mengikuti tes bahasa Inggris dan Arab. Pendaftaran dibuka 10–21 Juni 2026 di Ruang LPPM UIA.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah, Peusangan, Bireuen melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIA akan melaksanakan program Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM) terpadu internasional dalam waktu dekat bagi
mahasiswa yang sudah memenuhi syarat.
Ketua LPPM UIA, Dr Malik Adharsyah Lc MA kepada Serambinews.com, Selasa (9/6/2026) mengatakan,
program strategis ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik bertaraf global, memperluas wawasan internasional, serta mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut ada beberapa syaratnya antara lai,n mahasiswa aktif program studi S1 dari berbagai fakultas di lingkungan UIA, mahasiswa minimal sudah duduk di semester
tujuh tahun berjalan, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal
3.00.
Selain itu memiliki paspor aktif sekurang-kurangnya sampai dengan Desember 2027 dan dinyatakan lulus seleksi internal, serta sehat jasmani dan rohani.
Ditambahkan, calon peserta program tersebut akan ikut seleksi bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab Pendaftaran peserta KPM Terpadu dibuka mulai 10 Juni – 21 Juni 2026 yang bisa langsung mendaftar di
tempat pelayanan Ruang LPPM UIA.
Dijadwalkan pelaksanaan program selama 20 hari, lokasi di sejumlah pesantren, Sekolah Indonesia di
Kuala Lumpur (SIKR).
Kemudian beberapa lembaga hukum, ekonomi, perbankan dan juga Badan Zakat Malaysia.
“Lembaga tempat mahasiswa KPM nantinya sudah terjalin MoU sejak lama dan juga bagian dari
meningkatkan kualitas lulusan, menambah pengalaman berinteraksi dalam
berbahasa,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswi Prodi Hukum UNIKI Masuk 10 Besar Duta Muda CBP Rupiah 2026
Program ini terintegrasi langsung dengan PPL dan KPM, sehingga peserta yang dinyatakan lulus tidak perlu lagi melaksanakan PPL dan KPM reguler di dalam negeri sesuai ketentuan akademik yang berlaku.
Sebagai informasi tambahan, tambah Malek, program ini sangat terbatas hanya tersedia untuk 20 mahasiswa terbaik yang memenuhi kualifikasi dan lolos tahapan seleksi.
Disebutkan, para peserta KPM terpadu internasional memberikan peluang kepada mahasiswa untuk pengabdian di luar negeri, selain pengakuan dari kampus juga mendapat sertifikat
internasional yang dapat membantu mahasiswa melanjutkan kuliah jenjang
S2 dan seterusnya serta dunia kerja. (*)
Program KPM Terpadu Internasional
Kampus UIA
Rektor UIA
Universitas Islam Aceh (UIA)
Bireuen
Serambinews
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Mahasiswa UIA Ikuti Kuliah Lapangan di Museum Perjuangan Bireuen |
|
|---|
| FEB UNIKI Bahas Agenda Strategis Penguatan Kualitas Akademik dan Kompetensi Mahasiswa |
|
|---|
| Bawaslu Bireuen Gelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif, Libatkan Mahasiswa & Pemuda Sambut Pemilu |
|
|---|
| Bawaslu Bireuen Gelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat |
|
|---|
| Warga Jangka 'Sulap' Tambak Tertimbun Lumpur Jadi Sawah, Sebagian Padi Masuki Musim Panen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Malik-Adharsyah-Lc-MA-Ketua-LPPM-UIA-HEADSHOOT.jpg)