Berita Banda Aceh
Hampir 20 Tahun tak Dikembalikan, CekMidi Terus Berjuang Selamatkan Manuskrip Warisan Ulama Aceh
CekMidi hampir 20 tahun menunggu dikembalikan manuskrip aceh yang dipinjamkan oleh seorang Datuk di Malaysia. Kini terpaksa memilih jalur hukum
Ringkasan Berita:Cek Midi menyiapkan langkah hukum internasional untuk memulangkan sejumlah manuskrip bersejarah Aceh yang diduga masih dikuasai seorang bangsawan Malaysia sejak dipinjam untuk pameran pada 2008.Manuskrip tersebut mencakup karya dan tulisan tangan ulama besar Aceh, Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkili.Selain menggandeng pengacara lintas negara, tim hukum juga mempertimbangkan pelaporan ke UNESCO dan lembaga internasional
SERAMBINEWS.COM - Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan derasnya arus digitalisasi, ada satu perjuangan sunyi yang terus berlangsung selama hampir dua dekade.
Perjuangan itu bukan tentang harta, jabatan, atau kekuasaan. Melainkan tentang menyelamatkan jejak peradaban Aceh yang terancam hilang dari tanah kelahirannya.
Perjuangan itu dijalani Tarmizi A Hamid, atau yang lebih dikenal masyarakat Aceh sebagai Cek Midi.
Selama hampir 20 tahun, kolektor manuskrip kuno asal Aceh tersebut berupaya membawa pulang sejumlah manuskrip bersejarah yang hingga kini belum kembali dari Malaysia setelah dipinjam untuk sebuah pameran internasional pada 2008.
Bagi sebagian orang, manuskrip mungkin hanya lembaran kertas tua yang rapuh dimakan usia.
Namun bagi Cek Midi, manuskrip adalah identitas bangsa, warisan ilmu pengetahuan, dan bukti bahwa Aceh pernah menjadi pusat peradaban Islam terkemuka di Asia Tenggara.
Baca juga: Mahasiswa UIN Ar-Raniry Belajar Filologi ke Rumoh Manuskrip Aceh
Di antara manuskrip yang belum kembali itu terdapat karya dan tulisan tangan asli dua ulama besar dunia Melayu-Islam, Syekh Nuruddin Ar-Raniry dan Syekh Abdurrauf As-Singkili atau Syiah Kuala.
Kedua tokoh tersebut bukan nama asing bagi masyarakat Aceh. Nama mereka kini diabadikan menjadi identitas dua perguruan tinggi terbesar di Aceh, Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry.
Berawal dari Kepercayaan
Kisah itu bermula pada 2008.
Saat itu, seorang tokoh terpandang Malaysia yang dikenal sebagai Datuk meminjam sejumlah manuskrip koleksi Cek Midi untuk dipamerkan dalam sebuah pameran manuskrip internasional di Kuala Lumpur.
Permintaan tersebut disambut baik.
Sebagai pecinta sejarah, Cek Midi melihat pameran itu sebagai kesempatan memperkenalkan khazanah intelektual Aceh kepada dunia internasional.
Tidak ada transaksi jual beli.
Tidak ada perpindahan hak kepemilikan.
| 52 Tahun Tanpa Kepastian, Sekda Aceh Dorong BAM DPR RI Tuntaskan Persoalan Eks Blang Lancang-Rancong |
|
|---|
| Pelaku Industri Parfum di Banda Aceh Dilatih Pengelolaan Keuangan dan Penetapan Harga Jual Produk |
|
|---|
| PT Pema Terus Berbenah, Menata Fondasi Menuju BUMD Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Sekda Aceh Tegaskan Pancasila Jadi Jangkar Moral Bangsa di Tengah Tantangan Global |
|
|---|
| PKS Banda Aceh Sembelih 8 Ekor Hewan Kurban, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarmizi-a-hamid-dan-nourman-hidayat-manuskrip-aceh.jpg)