Berita Aceh Utara
Huntara yang Rusak Diterpa Angin Kencang Mulai Diperbaiki, Sejumlah Unit Harus Dibangun Ulang
Sejumlah hunian sementara atau huntara untuk penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mulai diperbaiki
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 69 unit hunian sementara (huntara) penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengalami kerusakan akibat angin kencang. Dari jumlah tersebut, 41 unit berada di Gampong Rumoh Rayeuk.
- Huntara yang mengalami kerusakan ringan mulai diperbaiki dan sebagian sudah selesai, sementara sejumlah unit dengan kerusakan berat akan dibangun ulang karena tidak lagi layak diperbaiki.
- Pemerintah gampong bersama BNPB dan pihak terkait terus melakukan pendataan serta perbaikan bertahap.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Sejumlah hunian sementara atau huntara untuk penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mulai diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat diterpa angin kencang, baru-baru ini.
Untuk diketahui dari dari 69 unit huntara yang rusak pada Selasa (2/6/2026) dan Kamis (4/6/2026), 41 di antaranya berada di kawasan Desa Rumoh Rayeuk. Selebihnya di Geudumbak, Buket Linteung dan Desa Langkahan.
Keuchik Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Akthailah kepada Serambinews.com, Rabu (10/6/2026), mengatakan sebagian huntara mengalami kerusakan ringan sehingga dapat diperbaiki.
Sementara sejumlah unit lainnya mengalami kerusakan berat dan harus dibangun ulang.
"Untuk sementara, huntara yang dibangun oleh LPU setelah kami sampaikan kondisinya langsung diperbaiki dan alhamdulillah sudah selesai," ujar Akthailah.
Menurutnya, huntara yang dibangun melalui dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan perbaikan.
Baca juga: Safrizal Targetkan Perbaikan Huntara Rusak di Aceh Utara Rampung Sepekan
Kerusakan yang tergolong ringan ditargetkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Sedangkan untuk unit yang mengalami kerusakan berat, pemerintah dan pihak terkait berencana melakukan pembangunan ulang karena kondisi bangunan dinilai tidak lagi layak untuk diperbaiki.
"Ada beberapa unit yang harus dibangun ulang karena kerusakannya cukup berat," katanya.
Akthailah menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara terdapat lima unit huntara di satu lokasi yang harus dibangun kembali.
Selain itu, terdapat dua unit kopel di kawasan huntara lainnya yang juga memerlukan pembangunan ulang.
Saat ini proses pendataan dan verifikasi kerusakan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah unit yang harus diperbaiki maupun dibangun kembali.
Baca juga: Kerusakan Huntara Akibat Angin Kencang di Langkahan Aceh Utara Bertambah, Kini Jadi 69 Unit
Ia menyebutkan, BNPB menargetkan proses pembangunan dan perbaikan dapat segera diselesaikan.
Namun, hingga saat ini pengerjaan masih berlangsung secara bertahap karena keterbatasan tenaga kerja dan perlunya pembagian tim di beberapa titik lokasi.
| Hakim Mulai Periksa Saksi Kasus Dua Terdakwa Pengangkutan Kayu Ilegal, Pemilik Kayu Masih Buron |
|
|---|
| Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Aceh Utara Rampung Direhab |
|
|---|
| Aksi Heroik Rustam Dobrak Pintu Rumah yang Terbakar Selamatkan Ibu dan Balita |
|
|---|
| Manajer Brigade Pangan Nisam Aceh Utara Terbukti Gelapkan Alsintan, Divonis 22 Bulan Penjara |
|
|---|
| Dobrak Pintu Selamatkan Ibu dan Balita, Dua Kebakaran Terjadi di Aceh Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keuchik-soal-huntara.jpg)