Jumat, 12 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Supir Truk di Aceh Timur Antri 3 Jam untuk Isi Biosolar, di Riau 5 Jam

Puluhan truk mengantre panjang di sejumlah SPBU di Aceh Timur untuk mendapatkan Biosolar, dengan waktu tunggu mencapai tiga jam bahkan lebih.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Maulidi Alfata
ANTRI BBM - Sejumlajh truk, pick-up hingga angkutan umum terlihat mengantri untuk mengisi BBM jenis Biosolar di SPBU Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (11/6/2026). 

Sementara itu, Taufik, seorang supir truk barang mengakui, gara-gara setiap pagi harus antri panjang mencari BBM, sangat menghambat pekerjaannya sebagai supir.

“Harusnya pekerjaan pengantaran barang sampai seperti batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya,” ungkap Taufik.

“Namun akibat antrian BBM, terpaksa harus rela molor dan menghabiskan lebih banyak waktu di SPBU,” urainya.

"Seperti hari ini, harusnya jam segini kami sudah keluar dari Idi Rayeuk dan sudah mulai di perbatasan Aceh Timur dengan Aceh Utara,” tutur dia.

“Tapi karena harus mengantri dulu, jadi pengantaran barang kepada pihak konsumen agak terkendala dan memakan waktu lebih lama lagi," ungkapnya.

Taufik juga menjelaskan, bahwa fenomena antrian BBM itu tidak hanya di Aceh.

Ia membeberkan, pada Selasa lalu, dirinya sempat tertahan di Pekanbaru, Riau karana harus mengantri Biosolar agar bisa membawa pulang barang ke Aceh.

Baca juga: Naik! Cek Daftar Harga BBM Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Rp 16.250 Dexlite 23.000 Pertalite Segini

Taufik mengakui, harus mengantri sampai 5 jam lamanya, untuk mendapatkan BBM jenis Biosolar

"Saya lihat di Sumatera hampir semua sama, di Pekanbaru kemarin juga sempat tertahan gara-gara solar juga harus antri sampai 4 hingga 5 jam," tuturnya.

Para sopir truk itu kini juga ikut cemas karena jenis BBM nonsubsidi kini sudah dinaikkan harganya.

Mereka berharap BBM subsidi seperti Biosolar tidak mengalami kenaikan karena akan menjerat leher para pekerja dan buruh seperti para supir.

"Kita harap kepada pemerintah jangan lah menaikan harga yang subsidi, kalau sampai naik ini, kami memang benar-benar kewalahan," keluhnya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved