Jumat, 12 Juni 2026

Berita Bireuen

Nelayan Ulee Kareung Bireuen Masih Andalkan Pukat Darat untuk Mengais Cuan

Nelayan Desa Ulee Kareung, Bireuen mengandalkan pukat darat tradisional sebagai sumber mata pencaharian dengan hasil tangkapan tergantung cuaca.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
TARIK PUKAT - Para nelayan di kawasan Desa Ulee Kareung, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen pada Rabu (10/6/2026), menarik pukat darat yang merupakan sumber pendapatan mereka dan sebagai andalan mereka mencari nafkah. 

"Harga jual saat ini masih rendah,” ungkap Mustafa.

“Setelah melalui proses perebusan dan penjemuran, keuntungan yang kami peroleh sangat tipis,” ucap dia.

“Bahkan terkadang tidak mampu menutupi biaya operasional dan tenaga kerja," ujarnya.

Ia mengaku, kondisi tersebut cukup memberatkan para nelayan dan pengolah ikan tradisional yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

Menurutnya, kerja keras yang dilakukan setiap hari belum sebanding dengan pendapatan yang diterima akibat rendahnya harga jual ikan di pasaran.

Mustafa berharap, pemerintah maupun pedagang penampung dapat memberikan perhatian lebih kepada nelayan tradisional melalui kebijakan harga yang lebih berpihak kepada mereka.

Baca juga: VIDEO - Pukat Darat Masih Jadi Mata Pencaharian Andalan Nelayan di Bireuen

Dengan demikian, tradisi tarik pukat darat yang telah diwariskan secara turun-temurun tetap dapat dipertahankan.

Sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga nelayan di pesisir Desa Ulee Kareung.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved