Berita Subulussalam
Material Sekolah Rakyat Subulussalam Didatangkan Lewat Jalur Laut dan Udara, Proyek Capai 60 Persen
Dody menambahkan, hingga pertengahan Juni 2026 progres pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 telah mencapai sekitar 60 persen.
Ringkasan Berita:
- Pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam telah mencapai progres 60 persen
- Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan jalur laut dan udara untuk mengatasi kendala logistik material
- Proyek senilai Rp453,3 miliar ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya di atas lahan 6,8 hektare
- Pemerintah mempertimbangkan penggunaan beton untuk mempercepat konstruksi dibandingkan material baja
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan berbagai strategi untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendatangkan material konstruksi melalui jalur laut dan udara guna mengatasi tantangan distribusi logistik ke lokasi proyek.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan kondisi geografis Kota Subulussalam yang berada di wilayah barat daya Aceh dan berbatasan langsung dengan Sumatera Utara menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan.
Menurutnya, distribusi material konstruksi ke lokasi proyek membutuhkan upaya ekstra karena akses transportasi yang relatif sulit dibandingkan daerah lain.
“Lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah. Bahkan perjalanan darat menuju lokasi saja cukup berat, apalagi untuk membawa material konstruksi dalam jumlah besar,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (14/6/2026) yang dikutip dari Kompas.com.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, Kementerian PU memanfaatkan jalur laut dan udara sebagai alternatif distribusi material.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan bahan bangunan dapat terpenuhi tepat waktu dan tidak menghambat proses konstruksi.
Berdasarkan laporan pelaksanaan per 13 Juni 2026, ketersediaan material di lokasi proyek telah mencapai sekitar 62 persen. Sementara sisanya masih dalam proses pengiriman menuju Subulussalam.
Selain mempercepat pasokan material, Kementerian PU juga melakukan evaluasi terhadap metode konstruksi yang digunakan.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengurangi penggunaan baja pada beberapa bagian bangunan dan menggantinya dengan struktur beton.
Baca juga: Wagub Aceh dan Mensos RI Disambut Antusias di Sekolah Rakyat
Kebijakan tersebut dinilai dapat mempercepat pekerjaan karena material beton lebih mudah diperoleh dan didistribusikan dibandingkan baja yang memerlukan proses pengiriman lebih kompleks.
“Kami sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa bagian yang awalnya direncanakan menggunakan baja akan dievaluasi untuk sebagian diganti dengan beton agar pelaksanaan konstruksi lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bangunan,” jelasnya.
Dody menambahkan, hingga pertengahan Juni 2026 progres pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 telah mencapai sekitar 60 persen.
Pemerintah optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan.
| BBM Naik, Ongkos Angkutan Subulussalam-Singkil Masih Tetap |
|
|---|
| Ini Saran Mahasiswa Terkait Defist Fiskal Subulussam |
|
|---|
| Keluarga Minang di Subulussalam Sembelih 8 Hewan Kurban, 380 Paket Daging Dibagikan untuk Masyarakat |
|
|---|
| Awas, Dua Kecamatan di Kota Subulussalam Hari Ini Kamis 28 Mei 2026 Hujan Petir |
|
|---|
| Mayoritas Wilayah Subulussalam Hari Ini 25 Mei 2026 Berawan, Satu Kecamatan Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Material-Sekolah-Rakyat-Subulussalam-Dikirim-Lewat-Laut-dan-Udara.jpg)