Berita Aceh Utara
Konflik Berkepanjangan Kebun Cot Girek Aceh Utara Akibatkan Kerugian Negara Miliaran Rupiah
Gangguan yang terus berulang terhadap hasil kebun di wilayah Kebun Cot Girek, Aceh Utara tidak hanya berdampak pada penurunan produksi.
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Gangguan yang terus berulang terhadap hasil kebun sawit negara di Cot Girek, Aceh Utara, menyebabkan kerugian miliaran rupiah dan menurunkan produksi.
- Ketua Forum Masyarakat Aceh Utara, Muhammad Yacob, menilai persoalan ini tidak lagi hanya merugikan perusahaan.
- Tetapi juga pekerja, pedagang, penyedia jasa, dan masyarakat yang bergantung pada perputaran ekonomi dari aktivitas perkebunan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Gangguan yang terus berulang terhadap hasil kebun di wilayah Kebun Cot Girek, Aceh Utara tidak hanya berdampak pada penurunan produksi.
Tetapi telah mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi kebun sawit negara.
Kerugian yang terjadi selama berbulan-bulan ini menyebabkan hilangnya sebagian hasil produksi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha, kesejahteraan pekerja, serta perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kerugian yang telah mencapai miliaran rupiah tersebut pada akhirnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, melainkan juga berdampak terhadap para pekerja, keluarga pekerja, mitra usaha.
Termasuk pelaku usaha kecil, pedagang, penyedia jasa angkutan, hingga masyarakat yang selama ini memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas perkebunan.
Pasalnya, kebun sawit itu merupakan salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Baca juga: Komisi II DPR RI Tampung Sejumlah Persoalan Pertanahan di Aceh, Termasuk Polemik Tanah Blang Padang
Ketika hasil produksi terganggu dan sebagian hasil kebun tidak dapat dinikmati sebagaimana mestinya, maka dampaknya akan menjalar pada berbagai sektor lain yang selama ini tumbuh bersama aktivitas perkebunan.
Selain itu, berkurangnya hasil produksi juga berdampak pada berkurangnya kontribusi ekonomi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Begitu juga penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan pekerja, pengembangan ekonomi masyarakat, serta pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Ketua Forum Masyarakat Aceh Utara, Muhammad Yacob, Rabu (17/6/2026), menilai bahwa persoalan yang terjadi di Cot Girek tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan perusahaan semata, karena dampaknya telah dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ketika kerugian sudah terjadi selama berbulan-bulan dan nilainya mencapai miliaran rupiah, maka yang dirugikan bukan hanya perusahaan.
Ada pekerja yang kehilangan tambahan penghasilan, ada pedagang yang kehilangan pembeli, ada penyedia jasa yang kehilangan pendapatan.
Baca juga: Satlantas Polres Aceh Utara Amankan 16 Sepmor Berknalpot Brong Saat Patroli Malam
"Dan oronisnya lagi, ada keluarga yang harus menyesuaikan kebutuhan hidupnya akibat berkurangnya perputaran ekonomi di sekitar kebun," ujarnya.
Dia menambahkan, aktivitas perkebunan selama ini telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di kawasan Cot Girek dan sekitarnya.
| Kecelakaan di Pahang, Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Asal Aceh Utara dari Malaysia |
|
|---|
| Kapolres Pimpin 113 Personel Polres Aceh Utara Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara Ke-80 |
|
|---|
| Haji Uma Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penganiayaan IRT oleh Debt Collector di Aceh Utara |
|
|---|
| Tumbuh Bersama Pertukangan dan Tradisi Rapai, Kisah Hammadi Mengawali Membuat Alat Musik Perkusi |
|
|---|
| Pemuda Asal Sulawesi Disandera di Aceh, Diduga Terkait Transaksi Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/audiensi-gagal.jpg)