Rabu, 6 Mei 2026

Upacara HUT RI

Danrem Lilawangsa Jadi Irup Upacara di Kompleks Pahlawan Cut Meutia

Selain Danrem, upacara dihadiri Danlanal Lhokseumawe, Letkol Mar Bondan Wahyu Adi, Danbrigif 25/Siwah, Letkol Inf Dr Dimar Bahtera, Ketua

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Dok Penrem 011/LW
HUT RI - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran jadi Inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, di Kompleks Makam Cut Nyak Meutia, di pedalaman hutan Aceh Utara, Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Sabtu (30/8/2025). 

Laporan Zaki Mubarak I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,ACEH UTARA - Pertama kalinya, Korem 011/Lilawangsa menggelar upacara pengibaran bendera merah putih peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, di Kompleks Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, srikandi Aceh, setelah dipugar prajurit TNI.

Agenda Ini merupakan upacara dalam rangka HUT RI perdana dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, di kawasan hutan belantara, Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (30/8/2025).

Momen tak biasa ini, sederhana namun hikmat, upacara diikuti ratusan peserta, prajurit TNI dari berbagai satuan dari Tiga Matra yang berada di jajaran Korem 011/Lilawangsa, juga Polri dan warga setempat.

Selain Danrem, upacara dihadiri Danlanal Lhokseumawe, Letkol Mar Bondan Wahyu Adi, Danbrigif 25/Siwah, Letkol Inf Dr Dimar Bahtera, Ketua persit KCK Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. 

Dini Imran beserta para Ketua persit KCK Cabang sejajaran Koorcab Rem 011 PD IM.

Selain itu, para Dandim sejajaran Korem 011/LW, para Komandan Satuan Dinas Jawatan (Satdisjan) Lhokseumawe, Danyonkav 11/MSC, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, para Perwira, Bintara serta Tamtama dan warga yang hadir.

Dalam sambutan, Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyampaikan, upacara hari ini terasa berbeda dan lebih istimewa.

"Kita memilih tempat di Kompleks makam pahlawan Nasional Cut Meutia, yang berada di Tengah-tengah hutan belantara untuk menyemarakkan hari ulang tahun ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia.

Ini adalah sebuah pengingat yang kuat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan, pengorbanan, dan tetesan darah para pahlawan,” sebutnya. 

Menurutnya, delapan puluh tahun yang lalu, para pendahulu kita berjuang dengan gagah berani, mengorbankan segalanya demi satu cita-cita yaitu indonesia merdeka. 

Mereka tidak pernah meminta balasan, mereka hanya ingin melihat bangsa ini berdiri tegak dan berdaulat. 

“Disinilah, salah satu tempat yang sunyi namun penuh makna, tempat gugurnya pahlawan nasional cut meutia dan dimakamkan, kita dapat merenungkan arti kembali sejati dari perjuangan,” ujarnya.

Danrem mengimbau, melalui upacara bendera di tempat ini, mari hayati kembali semangat patriotisme dan nasionalisme pahlawan Aceh.

“Bendera Merah Putih yang dikibarkan, bukan sekedar kain berwarna, itu lambang kehormatan, lambang perjuangan, dan lambang kedaulatan bangsa. setiap kali melihatnya berkibar, kita harus ingat bahwa dibaliknya ada jiwa-jiwa mulia yang telah berkorban,”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved