Berita Aceh Jaya
4 Guru dan Kepala SMKN 1 Panga Dapat Penghargaan Setya Lencana dari Presiden RI
Bupati juga mengingatkan bahwa profesi guru adalah jalan pengabdian yang membutuhkan keikhlasan, kesungguhan, serta komitmen yang kuat.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Faisal Zamzami
Laporan Yarmen Dinamika | Calang
SERAMBINEWS.COM - Peringatan Ke-66 Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceah Jaya di halaman kantor bupati, Selasa (2/9/2025) pagi, berlangsung khidmat.
Momentum tahunan yang sarat makna ini menjadi semakin istimewa ketika empat guru SMK Negeri 1 Panga dan kepala sekolah mereka menerima piagam penghargaan Setya Lencana dari Presiden Republik Indonesia.
Guru yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Teuku Julizal MPd, Irawati SPd, Nur Asyiah SPd, dan Yuslinar SPd, yang memperoleh Setya Lencana Perunggu (10 tahun) atas dedikasi dan pengabdian sebagai guru.
Sementara itu, sang kepala sekolah, Zul Asral SPd, dianugerahi penghargaan Setya Lencana Emas (30 tahun), sebuah penghargaan tertinggi atas pengabdiannya yang panjang dalam dunia pendidikan.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Jaya, Safwandi SSos, MAP, mewakili Presiden RI.
Suasana haru dan bangga tampak jelas, tidak hanya dirasakan oleh penerima penghargaan, tetapi juga oleh seluruh hadirin yang menyaksikan momen bersejarah itu.
Baca juga: Dewan Guru Kimia Lhokseumawe Implementasi Metaschool Digelar Unimal
Dalam amanat Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, yang dibacakan Bupati Safwandi bahwa peringatan Hardikda tahun ini mengangkat tema “Pendidikan Unggul, Menuju Aceh Maju.”
Menurutnya, pendidikan unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, dan penumbuhan daya inovasi generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Peran guru dan tenaga pendidik sangatlah vital dalam menentukan kualitas pendidikan Aceh. Atas nama Pemerintah Aceh, saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan atas dedikasi, kesabaran, serta pengabdian yang tidak mengenal lelah dalam membimbing generasi muda,” ujar Bupati Safwandi membacakan amanat Gubernur Aceh.
Ia tambahkan bahwa di tangan para pendidiklah masa depan Aceh ditempa, nilai-nilai luhur diwariskan, serta cita-cita besar bangsa ditanamkan pada jiwa anak-anak.
Bupati juga mengingatkan bahwa profesi guru adalah jalan pengabdian yang membutuhkan keikhlasan, kesungguhan, serta komitmen yang kuat.
Baca juga: Forum Guru Besar Serukan Reformasi Total, Tegakkan Hukum, Berantas Korupsi dan Perkuat Demokrasi
Namun, setiap pengorbanan yang dilakukan para pendidik akan menjadi amal yang tak pernah putus, sekaligus warisan berharga bagi peradaban Aceh.
“Teruslah menjadi inspirasi dan menebar kebaikan untuk anak bangsa. Setiap usaha, doa, dan pengorbanan yang Bapak dan Ibu curahkan tidak akan pernah sia-sia,” tegasnya.
Upacara Hardikda ke-66 ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi para guru dan kepala sekolah yang berdedikasi, tetapi juga momentum refleksi bersama tentang pentingnya membangun pendidikan Aceh yang berkualitas.
| Bupati Aceh Jaya Pastikan Warga Desil 8, 9, dan 10 Tetap Dapat Layanan Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Wakil Bupati Aceh Jaya Buka Muswil V RAPI, Tekankan Peran Strategis Komunikasi Kebencanaan |
|
|---|
| Bupati Safwandi Lantik H Masri sebagai Sekda Definitif Aceh Jaya |
|
|---|
| CPO Kembali Tumpah di Geurutee |
|
|---|
| Resmob Polres Aceh Jaya Amankan Warga Aceh Besar di Teunom, Ini Kasusnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/4-Guru-dan-Kepala-SMKN-1-Panga-Dapat-Penghargaan-Setya-Lencana-dari-Presiden-RI.jpg)