Kamis, 14 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Saat Ini, Lebih dari 20.000 Orang di Aceh Mengalami Gangguan Jiwa

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Hanif mengungkapkan, saat ini lebih dari 20.000 orang penduduk Aceh mengalami gangguan jiwa

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Hanif mengungkapkan, saat ini lebih dari 20.000 orang penduduk Aceh mengalami gangguan jiwa. Dari jumlah tersebut, 10.000 orang di antaranya gangguan jiwa berat 

Menurutnya, rata-rata pasien pasung setelah dirawat intensif selama dua bulan dapat disembuhkan secara klinis. 

Kecuali mereka yang gangguan jiwanya tergolong skizofrenia dan paranoia, yang memerlukan masa penyembuhan relatif lebih lama.

Skizofrenia adalah penyakit jiwa yang ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang.

Sedangkan paranoia merupakan penyakit jiwa yang membuat penderitanya berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan, seperti merasa dirinya orang besar atau terkenal. Paranoia ini disebut juga penyakit khayal.

Di RSJ Aceh terdapat beberapa pasien dengan tipe gangguan jiwa seperti itu, tetapi tidak dominan jumlahnya.

Lebihi kapasitas

Hanif menambahkan bahwa RSJ Aceh saat ini merawat 413 pasien. Angka ini melebihi kapasitas RSJ yang daya tampungnya hanya untuk 354 pasien. 

Sebanyak 34 orang di antaranya berstatus gelandangan (tunawisma) yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Baca juga: Nenek Munirah Dipasung selama 6 Tahun di Rumah, Alami Gangguan Jiwa Setelah Diceraikan Suami

Selain itu, ada tiga pasien yang statusnya sudah diabaikan bahkan ditelantarkan oleh pihak keluarganya, meski yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh secara klinis.

Rehabilitasi terpadu

Mantan kepala Dinas Kesehatan Aceh ini menambahkan bahwa rata-rata ODGJ yang dirawat di RSJ tersebut dapat pulih secara klinis setelah dirawat dua bulan.

Sebanyak 16 pria eks pasien jiwa yang sudah sembuh secara klinis ditempatkan sejak tahun lalu di Pusat Rehabilitasi Terpadu Seuramoe Sehat Jiwa, Kuta Malaka, Aceh Besar.

Di tempat itu mereka ditempa menjadi pribadi yang mandiri: mahir bercocok tanam, beternak, dan budi daya ikan air tawar. 

Dari hasil kebun dan ternak mereka yang terjual, uangnya dimasukkan ke rekening masing-masing eks pasien jiwa.

Dengan demikian, saat mereka kembali nanti ke masyarakat atau ke kampung asalnya, mereka sudah punya modal untuk memulai usaha. (*)

Baca juga: Hasil Lengkap MotoGP Catalunya 2025 - Alex Marquez Asapi Kakaknya Marc Marquez

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved