Kamis, 14 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Saat Ini, Lebih dari 20.000 Orang di Aceh Mengalami Gangguan Jiwa

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Hanif mengungkapkan, saat ini lebih dari 20.000 orang penduduk Aceh mengalami gangguan jiwa

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Hanif mengungkapkan, saat ini lebih dari 20.000 orang penduduk Aceh mengalami gangguan jiwa. Dari jumlah tersebut, 10.000 orang di antaranya gangguan jiwa berat 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr Hanif mengungkapkan, saat ini lebih dari 20.000 orang penduduk Aceh mengalami gangguan jiwa

Dari jumlah tersebut, 10.000 orang di antaranya gangguan jiwa berat.

Penduduk Aceh saat ini tercatat sekitar 5.500.000 orang. 

Dengan demikian, persentase orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Aceh sekarang mencapai 0,36 persen dari total penduduk.

Informasi tentang jumlah ODGJ tersebut diperoleh Serambinews.com dari Direktur RSJ Aceh, dr Hanif di Banda Aceh, Minggu (7/9/2025) malam.

Menurut Hanif, angka penderita gangguan jiwa itu merupakan akumulasi dari data yang dihimpun dan dilaporkan secara berkala oleh setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) se-Aceh. 

“Di provinsi, angka itu kita rekap dan itulah hasilnya,” kata Hanif.

Baca juga: 1.198 Warga Aceh Timur Alami Gangguan Jiwa, 12 Orang Masih Dipasung & 9 Pasien Sembuh

Ditanya apa upaya yang dilakukan untuk memperkecil jumlah kasus  gangguan jiwa yang lebih dari 20.000 orang itu, Hanif mengatakan, adalah dengan mencegah bertambahnya pasien baru.

“Dengan deteksi lebih awal, maka pasien dapat kita obati  lebih cepat,” tambahnya.

Pasien pasung

Hanif juga menerangkan bahwa di Aceh saat ini sudah terdata 115 pasien gangguan jiwa yang dipasung.

"Inilah yang menjadi target kami. Sepanjang tahun 2025 ini semua pasien pasung tersebut sudah harus bebas pasung, kita jemput untuk dirawat di RSJ Aceh," kata Hanif.

"Pasien pasung selalu dijemput. Tak pernah ada yang diantar pihak keluarganya," tambah Hanif.

Ia sebutkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2005, sudah 58 orang dari 115 pasien pasung itu yang dijemput. Jadi, hanya tersisa 57 orang lagi. 

Namun, bisa saja lebih, karena kumungkinan bertambah pasien pasung baru di luar yang sudah terdata sejak awal tahun ini.

Menurutnya, rata-rata pasien pasung setelah dirawat intensif selama dua bulan dapat disembuhkan secara klinis. 

Kecuali mereka yang gangguan jiwanya tergolong skizofrenia dan paranoia, yang memerlukan masa penyembuhan relatif lebih lama.

Skizofrenia adalah penyakit jiwa yang ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang.

Sedangkan paranoia merupakan penyakit jiwa yang membuat penderitanya berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan, seperti merasa dirinya orang besar atau terkenal. Paranoia ini disebut juga penyakit khayal.

Di RSJ Aceh terdapat beberapa pasien dengan tipe gangguan jiwa seperti itu, tetapi tidak dominan jumlahnya.

Lebihi kapasitas

Hanif menambahkan bahwa RSJ Aceh saat ini merawat 413 pasien. Angka ini melebihi kapasitas RSJ yang daya tampungnya hanya untuk 354 pasien. 

Sebanyak 34 orang di antaranya berstatus gelandangan (tunawisma) yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Baca juga: Nenek Munirah Dipasung selama 6 Tahun di Rumah, Alami Gangguan Jiwa Setelah Diceraikan Suami

Selain itu, ada tiga pasien yang statusnya sudah diabaikan bahkan ditelantarkan oleh pihak keluarganya, meski yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh secara klinis.

Rehabilitasi terpadu

Mantan kepala Dinas Kesehatan Aceh ini menambahkan bahwa rata-rata ODGJ yang dirawat di RSJ tersebut dapat pulih secara klinis setelah dirawat dua bulan.

Sebanyak 16 pria eks pasien jiwa yang sudah sembuh secara klinis ditempatkan sejak tahun lalu di Pusat Rehabilitasi Terpadu Seuramoe Sehat Jiwa, Kuta Malaka, Aceh Besar.

Di tempat itu mereka ditempa menjadi pribadi yang mandiri: mahir bercocok tanam, beternak, dan budi daya ikan air tawar. 

Dari hasil kebun dan ternak mereka yang terjual, uangnya dimasukkan ke rekening masing-masing eks pasien jiwa.

Dengan demikian, saat mereka kembali nanti ke masyarakat atau ke kampung asalnya, mereka sudah punya modal untuk memulai usaha. (*)

Baca juga: Hasil Lengkap MotoGP Catalunya 2025 - Alex Marquez Asapi Kakaknya Marc Marquez

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved