Jumat, 10 April 2026

Berita Bener Meriah

Satreskrim Gelar Reka Ulang Kasus Ayah Bacok Anak

pada reka ulang kasus tersebut berlangsung sekitar satu jam itu, tersangka memperagakan 46 adegan

|
Editor: mufti
IST
REKA ULANG KASUS PEMBACOKAN - Satreskrim Polres Bener Meriah menggelar reka ulang kasus pembacokan yang dilakukan ayah kepada anak kandung. Reka ulang berlangsung di lokasi kejadian, di Dusun Uyem Tungel, Kampung Bintang Berangun, Pintu Rime Gayo, Rabu (10/9/2025) siang. 

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Satreskrim Polres Bener Meriah menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembacokan oleh ayah terhadap anak kandung yang berujung kematian korban.

Reka ulang digelar di lokasi kejadian, di Dusun Uyem Tungel, Kampung Bintang Berangun, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Rabu (10/9/2025) siang.

Reka ulang tersebut dihadiri kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci, KBO Reskrim Polres Bener Meriah Ipda Bary P Barus, Kanit Pidum Ipda Suhardi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bener Meriah Rudi Hermawan dan pengacara tersangka Railawati. Selain itu, hadir juga 15 personel Satreskrim Polres Bener Meriah dan 10 personel Polsek Pintu Rime Gayo. 

Pelaku SA (48) dihadirkan ke lokasi dan korban TI (30)--tak lain anak dari pelaku--diperankan Briptu Rizki Fadlan serta

beberapa barang bukti digantikan dengan alat peraga.

Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, menyampaikan, pada reka ulang kasus tersebut berlangsung sekitar satu jam itu, tersangka memperagakan 46 adegan. 'Seluruh adegan diperagakan sesuai dengan keterangan saksi maupun tersangka. Alhamdulillah kegiatan berakhir dengan baik tanpa kendala," ujarnya.

Dikatakan, rekonstruksi ini menjadi bagian penting dalam proses hukum untuk menguatkan alat bukti. "Sekaligus memastikan kesesuaian keterangan yang ada sebelum perkara dilimpahkan lebih lanjut," terangnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, AKP Supriadi, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ayah dan anak ini sudah sering cekcok.

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban TI selama ini hanya bermalas-malasan di rumah dan tak mau bekerja padahal umurnya sudah 30-an. Berbeda dengan sang ayah yang bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam.

Selain itu, korban TI kerap membantah apa yang disuruh sang ayah dan tak pernah mengerjakannya seperti memetik kopi di kebun, bahkan sekedar memasak nasi di rumah. "Jadi korban ini malas-malasan di rumah, tak mau bekerja, petik kopi untuk jajan sendiri pun tidak mau,Tapi ia sering mintak rokok sama ayahnya dan kondisi seperti ini sudah berlangsung lama," ujar Kasat.

Dikatakan, puncaknya terjadi pada Jumat (15/8/2025) malam, dimana sang anak kembali meminta rokok kepada ayah, tapi saat itu ayahnya malah tak memberikannya. Alhasil korban pun marah dan mengamuk hingga menunjang sepeda motor milik ayahnya.

"Jadi korban ini marah-marah, bahkan ayahnya lagi nonton TV di dalam rumah dimatikan aliran listrik. Lalu korban saat itu hendak memukul ayahnya, maka dengan cepat ayahnya pun menarik parang dan langsung membacoknya," ungkap kasat.

Usai membacok korban pelaku ini pun langsung menyerahkan diri ke Polsek Pintu Rime Gayo. Korban TI ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dengan luka bacok di bagian kepala, badan, dan tangan. Barang bukti berupa sebilah parang yang masih berlumuran darah kini berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.(mi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved