Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Selatan

Debu Pekat Selimuti Kota Bahagia, Warga Minta Perhatian Pemkab Aceh Selatan

Selama berbulan-bulan, masyarakat Kota Bahagia, Aceh Selatan, hidup dalam kepungan debu pekat yang tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga mengganggu

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
JALAN BERDEBU - Kondisi jalan berdebu di Kecamatan Kota Bahagia - Bakongan, Sabtu (20/9/2025). 

Selama berbulan-bulan, masyarakat Kota Bahagia, Aceh Selatan, hidup dalam kepungan debu pekat yang tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki membuat Kota Bahagia berubah menjadi “Kota Debu”. 

Selama berbulan-bulan, masyarakat Kota Bahagia, Aceh Selatan, hidup dalam kepungan debu pekat yang tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.

“Anak-anak batuk, orang tua sakit pernapasan. Setiap hari kami menghirup debu, tapi pemerintah seperti tidak peduli,” keluh Rahmat, warga setempat kepada Serambinews.com, Sabtu (20/9/2025).

Debu tebal itu tak hanya mengotori rumah-rumah warga, tetapi juga menutup jarak pandang para pengendara motor hingga kerap memicu kondisi rawan kecelakaan. 

Sementara itu, roda perekonomian warga ikut terpukul karena banyak usaha kecil kehilangan pelanggan.

Rahmat menyebut, persoalan ini bukan sekadar keluhan kecil. 

Baca juga: Jalan Kota Bahagia Aceh Selatan Berdebu, Warga Mulai Terserang Gangguan Saluran Pernapasan 

“Kalau panas, debu menutupi mata. Kalau hujan, jalan jadi kubangan lumpur. Sudah berbulan-bulan begini, sampai kapan kami dibiarkan,” ujarnya dengan nada kesal.

Masyarakat bahkan menantang Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk turun langsung menyaksikan kondisi Kota Bahagia.

Mereka menuntut tindakan nyata, mulai dari penyiraman jalan secara rutin hingga percepatan perbaikan infrastruktur.

“Kami tidak minta muluk-muluk, cukup pemerintah bergerak cepat agar kami bisa bernapas lega dan hidup normal kembali,” tegas Rahmat.

“Jika masalah ini terus diabaikan, warga khawatir Kota Bahagia akan selamanya dikenal sebagai Kota Debu yang menyimpan ironi di balik namanya,” pungkasnya. 

Tanggapi Jalan Berdebu di Kota Bahagia, Bupati Mirwan: Tahun ini Kita Tindak Lanjuti Penganggarannya

Baca juga: Jalan di Kota Bahagia Berdebu dan Berlobang, Warga Mengeluh

Hampir tiga bulan sebelumnya atau 23 Juni 2025, Bupati Aceh Selatan Mirwan, menanggapi keluhan masyarakat Kecamatan Kota Bahagia akibat jalan berdebu.

 Jalan di Aceh Selatan yang dibangun tahun 2024 menggunakan anggaran DBH Sawit tersebut sudah dilakukan pengerasan, namun belum diaspal, sehingga sangat berdebu.

Mirwan mengatakan bahwa dalam tahun ini akan ditindak lanjuti penganggarannya.

“Dalam tahun ini akan kita tindak lanjuti untuk penganggarannya,” kata Bupati Aceh Selatan Mirwan melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Minggu (22/6/2025).

Diberitakan sebelumnya Warga di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan mengeluh atas kondisi jalan yang berdebu.

Pasalnya sepanjang lebih kurang 1,9 Kilometer perbaikan yang dimulai dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Bakongan hingga Seunebok Keuranji, Kecamatan Kota Bahagia jalan sudah dilakukan pengerasan. 

Namun belum diaspal.

Informasi dihimpun Serambinews.com, Minggu (22/6/2025) akibat jalan belum rampung itu warga yang beraktivitas sehari-hari sangat tidak nyaman karena terpaksa menghirup debu yang beterbangan.

Camat Kota Bahagia M Yusuf saat dikonfirmasi Serambinews.com, membenarkan informasi kondisi jalan di wilayahnya sangat berdebu dan banyak warga yang mengadu kepadanya.

"Iya kondisi jalan sangat berdebu, aktivitas warga tergantung, ekonomi masyarakat yang berjualan di pinggir jalan itu juga terganggu," ungkap Camat.

Menurutnya, akibat debu itu dapat menimbulkan penyakit terhadap warga dan juga akibat lubang di jalan sering terjadi kecelakaan tunggal.

Keluhan warga itu, kata Camat, juga sudah disampaikan oleh forum Keuchik Kota Bahagia melalui surat permohonan yang ditujukan kepada Bupati Aceh Selatan dan Ketua DPRK serta ditembuskan kepada Dinas PUPR, BAPPEDA, BPKD dan Inspektur Kabupaten Aceh Selatan.

Surat itu bernomor 620/01/2025 ditandatangani oleh sepuluh orang keuchik dalam lingkup Kecamatan Kota Bahagia dan mengetahui Camat tertanggal 21 Mei 2025.

Salah satu poin itu, di antaranya memohon kepada Bupati Aceh Selatan dan Ketua DPRK Aceh Selatan agar segera merampungkan jalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Selatan, Saipul Kamal mengatakan bahwa pekerjaan pengaspalan jalan itu belum bisa dilanjut oleh Dinas PUPR Aceh Selatan karena belum ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang berlaku saat ini.

"TAPD Aceh Selatan butuh beberapa tahapan lagi sebagai persyaratan agar pagu anggaran sisa bisa dimasukkan lagi ke dalam DPA," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan itu pada tahun anggaran 2024 menggunakan sumber dana DBH sawit, yang memiliki beberapa persyaratan khusus agar dapat diinput kembali ke dalam DPA.

Selain itu, mengingat debu yang sangat banyak dan sangat mengganggu aktivitas warga maupun anak sekolah diperlukan langkah darurat dari Pemerintah seperti halnya penyiraman jalan.

Namun terkait hal itu, kata Saipul, sementara Dinas PUPR mohon maaf tidak bisa membantu masyarakat dalam hal itu.

"Ide bagus juga (penyiraman). Sementara ini Dinas PUPR mohon maaf tidak bisa membantu masyarakat dalam hal ini. Disebabkan di kita tidak tersedia mobil penyiram air," pungkasnya.

Mulai ganggu pernapasan

Sebelumnya Serambinews.com memberitakan warga di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan mulai terserang gangguan pernapasan akibat debu jalan.

Jalan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pengerasan, namun belum di aspal.

Hal itu praktis menyebabkan jalan sangat berdebu saat musim kemarau.

Ada beberapa titik perbaikan jalan yang dimulai dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Bakongan sampai dengan Seunebok Keuranji, Kecamatan Kota Bahagia dengan panjang 1,9 kilometer (km).

Kepala Puskemas Buket Gadeng, Kecamatan Kota Bahagia, Nur Aflah saat dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (22/6/2025), mengatakan, bahwa saat ini sudah ada warga yang terkena penyakit akibat debu tersebut.

Namun belum terjadi kelonjakan.

“Untuk kasus saat ini, banyak pasien sudah mulai menderita sakit mata dan gangguan saluran pernapasan, tapi masih bisa kita tanggulangi sebatas rawat jalan,” kata Aflah.

Lebih lanjut, ujar Aflah, kalau cuaca sangat ekstrem seperti hari ini, abunya terlalu banyak.

Oleh karena itu akan menyebabkan warga, khususnya anak-anak rentan demam, batuk, dan pilek.

“Kepada masyarakat, kami sudah menyarankan agar memakai masker dan sudah kami lakukan pembagian masker, tepatnya di hari Selasa kemarin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jelas Aflah, karena sekolah saat ini sudah libur, maka pihaknya tidak lagi tindak lanjut pembagian masker di sekolah.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk tindak lanjut yang berkelanjutan dalam hal pembagian masker yang akan dilakukan setiap hari Selasa, bertepatan dengan hari pasar di Bukit Gadeng,” pungkasnya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved