Pembacokan Remaja di Pasar Aceh
Kasus Pembacokan dan Perampasan di Pasar Aceh, Polresta Minta Orang Tua Jaga Pergaulan Anak
“Dua pelaku (yang ditangkap) ini masih pelajar dan salah satunya masih di bawah umur,” kata AKP Donna.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono melalui Kasat Reskrim, AKP Donna Briadi menyampaikan, sejumlah catatan kepada para pelajar, orang tua (ortu), hingga guru di sekolah.
Hal ini belajar dari kasus pembacokan dan perampasan motor seorang remaja berinsial MIS (16), di kawasan Pasar Aceh, Jalan Pangeran Diponegoro, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman pada Minggu (21/9/2025) dini hari.
Insiden ini ternyata berawal dari perselisihan dua kelompok remaja.
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu mengimbau kepada para orang tua agar lebih peduli dan memperhatikan pergaulan anak-anaknya di luar.
“Dua pelaku (yang ditangkap) ini masih pelajar dan salah satunya masih di bawah umur,” kata AKP Donna.
“Kita imbau ke orang tua lebih waspada dan mengontrol anaknya, apabila memang keluar malam lebih kontrol lagi,” pesan Kasat Reskrim saat diwawancara khusus di Mapolresta Banda Aceh, Senin (22/9/2025).
Baca juga: Polresta Tegaskan Aksi Pembacokan di Banda Aceh Bukan Begal, Perselisihan Dua Kelompok Remaja
“Awasi anak-anaknya ketika melakukan kegiatan di luar, awasi pergaulannya,” imbau AKP Donna.
“Tanya lagi bila ingin keluar malam, mau ke mana dan kegiatan apa,” tambahnya.
Di sisi lain, para guru di sekolah juga diimbau untuk lebih sering mengingatkan para pelajar agar mengedepankan norma-norma di masyarakat.
Tidak terlibat dengan kelompok-kelompok remaja yang berpotensi merugikan seperti geng motor dan sebagainya.
“Sementara untuk para pelajar jangan ikut-ikutan perkumpulan remaja yang sifatnya negatif, kita lebih ke statusnya pelajar, menimba ilmu dan menjaga marwah sekolah dan orang tua,” pesan AKP Donna.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh itu menjelaskan, berdasarkan proses penyelidikan terungkap bahwa motif pelaku melakukan pembacokan terhadap korban dipicu perselisihan antara sekumpulan remaja yang mengatasnamakan TAM (Timur Anti Mundur) dengan kelompok IKAO (Ikatan Keluarga Anti Onar).
Baca juga: Remaja asal Peunayong Dibacok di Pasar Aceh, Ini Penjelasan Kasat Reskrim
"Bukan begal, tapi perselisihan antara kelompok TAM dan IKAO, berujung terjadinya peristiwa pembacokan serta perampasan sepeda motor milik korban berinisial MIS, umur 16 tahun, status pelajar," jelas AKP Donna.
Tim Resmob Satreskrim Polresta Banda Aceh juga sudah menangkap dua tersangka pembacokan dan perampasan motor tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/update-kasus-pembacokan-di-Mapolresta-setempat-Senin-2292025.jpg)