Jurnalisme Warga
Melalui Koperasi Pertanian, Mahasiswa UTU Pasarkan Kebutuhan Pangan di Meulaboh
Adapun jenis usaha pertanian yang digerakkan oleh Koperasi Bakti Pemuda ini meliputi perkebunan, peternakan dan perikanan.
Laporan: Hasan Basri M.Nur
SERAMBINEWS.COM, Meulaboh – Sekelompok mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh tergolong sangat kreatif.
Mereka mendirikan Koperasi Pertanian Digital “Bakti Pemuda” yang berlokasi di jantung kota Meulaboh, sekitar 200 meter dari Masjid Agung.
“Koperasi Bakti Pemuda ini lahir sebagai kesinambungan dari Lomba P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha, red) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dikbudristek RI yang kami ikuti dua tahun lalu,” ujar Rahmat Hidayat, mahasiswa FEB UTU, bertindak sebagai ketua koperasi, Sabtu (20/09/2025).
Setelah mengikuti Lomba P2MW pada tahun 2024, Rahmat bersama Arif Rizki Yabul, Muwali, Yusuf dan beberapa teman lain mendirikan Koperasi Pertanian Digital “Bakti Pemuda”, di bawah dosen pembimbing Said Ahmad Kabiru Rafii.
Sumber dana awal berasal dari Kemendikbudristek atas dasar proposal yang mereka ajukan.
“Total bantuan adalah Rp 19.950.000,” ujar Rizki sambil menunjuk pada angka tersebut yang terpajang di papan nama projek di lokasi.
Adapun jenis usaha pertanian yang digerakkan oleh Koperasi Bakti Pemuda ini meliputi perkebunan, peternakan dan perikanan.
Di sektor perkebunan meliputi tanaman bayam, kacang panjang, labu air, cabai, jagung, gambas, kelapa dan lain-lain.
Di sektor peternakan meliputi ayam kampung dan bebek, baik daging ayam kampung maupun telur ayam kampung.
Baca juga: Koperasi Merah Putih belum Beroperasi di Aceh Singkil, 14 Sudah Miliki Kantor
“Khusus telur bebek, kami memerosesnya menjadi telur asin. Sementara telur ayam kampung kami pasok ke warung kopi terdekat,” kata Rizki.
Di sektor perikanan meliputi ikan lele, gurami, dan ikan nila. “Ikan panen per enam bulan sebanyak 200 ekor,” katanya.
Produk pertanian hasil dari Koperasi Bakti Pemuda ini dipasarkan secara terbatas di pasar lokal.
Aneka sayuran, ayam kampung, telur bebek asin, ikan air tawar yang mereka produksi sudah mulai masuk dapur rumah-rumah di sekitar Meulaboh.
Rizki bercerita mengenai kendala yang mereka alami yaitu keterbatasan lahan pertanian serta kekurangan modal.
Mengenai kendala lahan saat ini terdapat anggota yang bersedia meminjamkan lahan kebun dengan luas 2 ha di Nagan Raya.
“Terdapat seorang anggota yang bersedia meminjamkan lahan kebun di Nagan, tapi kami kekurangan modal sehingga belum dapat melakukan ekspansi bisnis,” ungkap Rizki.
Sementara Kabid Pengawasan Koperasi Diskop UKM Aceh, Aswar R Paya MAP, memberi dukungan penuh untuk pengembangan koperasi yang dikelola Gen Z ini.
“Beberapa waktu ketua koperasi ini kami ikutkan dalam studi tiru ke beberapa koperasi besar di Jawa Barat. Kami berharap mereka mendapatkan wawasan dan meniru beberapa hal positif dari sana,” ujar Aswar.
Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Pinjam Rp 3 Miliar ke BSI
Aswar meminta Rizki dan kawan-kawan untuk terus memproduksi kebutuhan pagan melalui koperasi sehingga menjadi bisnis yang menjanjikan bagi kalangan Gen Z yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa dan nantinya menjadi alumni.
“Sektor pertanian, perkebunan dan peternakan sangat menjanjikan untuk digarap menjadi bisnis yang profesional,” pungkas Aswar R Paya. []
| Potret Koper Jemaah Calon Haji Perempuan Menuju Baitullah |
|
|---|
| Hikayat Hasan Husein, Genderang Perang Rakyat Barsela Saat Melawan Belanda |
|
|---|
| Tujuh Tahun Uniki, Bergerak Mengejar Prestasi |
|
|---|
| Menyemai Ide Pendidikan Sehat, Berkelanjutan, dan Berakar pada Sejarah Aceh |
|
|---|
| Diam-Diam Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Jadi Ancaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Melalui-Koperasi-Pertanian-Mahasiswa-UTU-Pasarkan-Kebutuhan-Pangan-di-Meulaboh.jpg)