Berita Banda Aceh
Rektor UIN Ar-Raniry Sebut Literasi Ekonomi Jadi Kunci Hadapi Era Pasca-Minyak
Paska menurunnya era kejayaan minyak, makanya literasi ekonomi dinilai sangat penting sebagai bekal generasi selanjutnya
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Paska menurunnya era kejayaan minyak, makanya literasi ekonomi dinilai sangat penting sebagai bekal generasi selanjutnya.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg saat menjadi keynote speaker dalam soft launching buku “Era Mutiara: Dari Kemiskinan Menuju Kemakmuran” di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025, Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Di hadapan peserta, ia menegaskan pentingnya literasi ekonomi sebagai bekal menghadapi era pasca-minyak.
Buku yang ditulis tim Pusat Trends untuk Riset dan Konsultasi ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh dosen UIN Ar-Raniry, Dr Muqni Affan Abdullah, Lc., MA.
Karya tersebut mengulas perjalanan panjang Uni Emirat Arab (UEA) dari masa pra-mutiara, kejayaan industri mutiara, keruntuhannya, hingga bergantung pada minyak sebagai sumber ekonomi utama.
Menurut Mujiburrahman, pesan utama buku ini relevan bagi Indonesia, termasuk Aceh, dalam merancang strategi pembangunan jangka panjang.
Baca juga: Pemerintah Mulai Audit 3 Perusahaan Migas yang Beroperasi di Aceh
“Kita harus belajar dari pengalaman UEA. Berakhirnya era minyak tidak boleh menjadi krisis baru, tetapi momentum untuk menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan.
Literasi ekonomi menjadi kunci agar masyarakat siap menghadapi transformasi itu,” ujarnya.
Rujukan bagi Indonesia
Mujiburrahman juga mengapresiasi Dr Sultan Faisal Al-Remethi, Direktur Trends Research & Advisory, yang memberi kesempatan kepada UIN Ar-Raniry untuk menerjemahkan karya tersebut.
“Kami bangga dosen UIN Ar-Raniry diberi amanah menghadirkan buku ini dalam bahasa Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan literasi dan membuka ruang dialog global,” tambahnya.
Sementara itu, penerjemah buku, Dr Muqni Affan, menjelaskan Era Mutiara terdiri atas enam bab yang memaparkan analisis komprehensif tentang dinamika ekonomi UEA.
Baca juga: Heboh Gubernur Sumut Razia Plat Kendaraan Aceh, Haji Uma: Jangan Rusak Hubungan Aceh-Medan
Harapannya, pengalaman tersebut bisa menjadi rujukan penting bagi Indonesia dalam menghadapi transisi energi di masa depan.
Adapun enam bab utama buku ini mencakup masa pra-mutiara di kawasan Emirat dan sejarah industri mutiara, aspek ekonomi era mutiara, mulai dari regulasi, investasi, hingga infrastruktur pasar, dampak sosial-budaya era mutiara, termasuk peran perempuan dan perubahan sosial.
Kemudian runtuhnya industri mutiara pada 1920–1960-an serta dampaknya pada ekonomi dan masyarakat, penemuan minyak dan perannya sebagai pengganti industri mutiara dan persiapan UEA menghadapi era pasca-minyak.(*)
Baca juga: Mengapa Kampus Aceh Belum Memimpin Joint Study Migas dan Apa Jalan Keluarnya?
| Klinik di Aceh Jamin Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Regulasi JKA, Begini Kata ASKLIN |
|
|---|
| Mualem Gembira Inflasi di Aceh Turun Tajam: Jaga Stabilitas & Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Pertama di Aceh, Prodi Sarjana Ilmu Gizi UUI Raih Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Beredar Flyer di Medsos Terkait Layanan Pengaduan Pergub JKA, Nurlis: Itu Hoaks |
|
|---|
| Membanggakan! Model Cilik Aceh Sumayyah Sabet Juara 3 Junior Idol World di Thailand |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rektor-UIN-Ar-Raniry_lauching-buku-di-Jakarta.jpg)