Senin, 18 Mei 2026

Bireuen

Museum Perjuangan Bireuen Terbuka Umum, Ada Uang Kono dan Senjata Lama

sebagai bagian dari pengembangan dan pemanfaatan, Disdikbud Bireuen sejak lama melakukan kajian untuk menjadikan bangunan ini

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Senjata – Satu senjata model lama, uang kuno dan lainnya disimpan di museum perjuangan Bireuen dan terbuka untuk umum diresmikan Selasa (7/10/2025) oleh Bupati Bireuen didampingi Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti SS MSP dan lainnya rangkaian memperingati HUT Bireuen ke 26 tahun ini. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

sebagai bagian dari pengembangan dan pemanfaatan, Disdikbud Bireuen sejak lama melakukan kajian untuk menjadikan bangunan ini

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Museum perjuangan Bireuen yaitu komplek Pendopo Bupati Bireuen dan merupakan bangunan lama sejak diresmikan terbuka untuk umum dan berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Bireuen, Dr Muslim MSi di sela-sela peresmian pendopo Bupati Bireuen sebagai museum perjuangan Bireuen, Selasa (7/10/2025) oleh Bupati Bireuen.

Dalam museum tersebut selain dokumen sejarah, ada uang kuno, senjata lama dan berbagai bukti sejarah lainnya dipamerkan dalam pendopo Bupati. 

Kamar yang pernah menjadi kamar Presiden Soekarno bermalam juga ditata sedemikian rupa dan terdapat berbagai foto dokumen. 

Dr Muslim mengatakan, launching Museum Perjuangan Bireuen merupakan momentum menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebudayaan Kabupaten Bireuen, sekaligus langkah nyata Pemkab Bireuen dalam menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan sejarah daerah melalui lembaga yang bernama museum.

Selanjutnya, sebagai bagian dari pengembangan dan pemanfaatan, Disdikbud Bireuen sejak lama melakukan kajian untuk menjadikan bangunan ini sebagai museum sehingga lahirlah museum khusus yaitu Museum Perjuangan Bireuen.

Dengan visi “Mewujudkan Museum Perjuangan Bireuen sebagai pusat pelestarian budaya berbasis sejarah yang edukatif, inspiratif, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten
Bireuen.” 

Disebutkan, selain peresmian meseum juga dirangkai dengan kegiatan tur museum, dan talkshow pemajuan kebudayaan, yang diharapkan menjadi ruang refleksi dan inspirasi untuk memperkuat identitas budaya serta semangat kebangsaan di Kabupaten Bireuen.

Diresmikan sebagai museum perjuangan Bireuen tidak lepas dari peran penting Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh memberikan dukungan teknis dan pendampingan dalam pelestarian bangunan Pendopo Bireuen serta dalam pelaksanaan kegiatan launching. 

Museum Aceh, atas kolaborasi melalui Program Pameran Keliling, yang memberikan warna dan nilai edukatif melalui koleksi-koleksi yang akan dipamerkan di museum.

Museum Perjuangan Bireuen tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda koleksi sejarah, tetapi juga ruang belajar yang hidup, pusat aktivitas kebudayaan, dan sumber inspirasi bagi generasi muda untuk memahami nilai perjuangan dan mencintai kebudayaannya sendiri. 

Sejak diresmikan terbuka untuk umum dan menjadi tempat melihat berbagai bukti perjuangan masyarakat Bireuen dan masyarakat Aceh, presiden Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan RI, ujarnya. (*)

Baca juga: Tinjau Bendungan Krueng Pase, Bupati Aceh Utara: Ditarget Rampung Desember 2025

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved