Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Maulid Akbar di Aceh Barat Jadi Magnet Wisata Religi, Wisatawan Malaysia Tunjukkan Minat

Kegiatan maulid akbar yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Meulaboh ke-437 dan Pekan

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Kominsa Aceh Barat
SANTUNI YATIM - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP menyantuni anak yatim pada kegiatan maulid akbar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-437 Meulaboh dan PKAB, Rabu (15/10/2025). 

Kegiatan maulid akbar yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Meulaboh ke-437 dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB).

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Aceh Barat, Rabu (15/10/2025), tidak hanya menjadi ajang syiar Islam. 

Tetapi juga mulai dilirik sebagai potensi wisata religi yang menjanjikan.

Kegiatan maulid akbar yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Meulaboh ke-437 dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB).

Acara diawali dengan pembacaan Barzanzi yang dipimpin Ketua MPU Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari Usman, SPdI. 

Tradisi ini turut melibatkan santri dari berbagai dayah yang mempersembahkan zikir khas Aceh menjadi daya tarik utama dalam peringatan maulid tahun ini.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan maulid dengan nuansa budaya dan keagamaan memiliki nilai lebih sebagai ikon wisata religi daerah.

Baca juga: Merajut Sejarah, Menyulam Masa Depan: 437 Tahun Kota Meulaboh dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat

“Wisatawan dari Malaysia sudah menyampaikan minat untuk hadir ke Aceh Barat saat musim maulid. Mereka ingin menyaksikan langsung zikir khas yang dilantunkan oleh anak-anak kita dari pesantren,” ungkap Tarmizi.

Ia menambahkan, tradisi ini menjadi keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain, dan berpotensi besar untuk dipromosikan secara lebih luas ke mancanegara.

“Dulu saat saya di DPR Aceh, dua kali kita gelar maulid besar di tempat ini. Kini kita lanjutkan lagi. Ke depan, Insyaallah maulid dengan zikir khas seperti ini akan terus dijaga sebagai daya tarik wisata religi,” ujarnya optimis.

Selain menjadi ajang kebudayaan dan pariwisata, maulid akbar tahun ini juga sarat dengan nilai sosial.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh Bupati Aceh Barat, bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh Barat.

Tausiah penutup disampaikan oleh Dr. Husaamuddin, MZ, Lc, MA, yang mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Soal Tapal Batas, Bupati Aceh Barat: Bisa Diselesaikan dengan Tawa dan Senyum

Pemerintah daerah berharap, tradisi maulid yang dikemas dalam bingkai budaya Islam ini dapat terus dilestarikan dan dijadikan agenda tahunan bertaraf internasional. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved