Berita Sabang
Harga Cabai Merah di Sabang Turun, Migor Stabil & Telur Naik
Rizal menambahkan, dalam dua hari terakhir pasokan cabai dari petani mulai kembali lancar sehingga harga berangsur turun.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Setelah sempat menembus harga Rp 95 ribu per kilogram pada awal pekan ketiga Oktober, harga cabai merah di Kota Sabang kini mulai berangsur turun.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Induk Kota Sabang, Jumat (17/10/2025), harga cabai merah tercatat berada di kisaran Rp 83 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Induk Sabang, Rizal mengatakan, kenaikan harga cabai merah sudah terjadi sejak awal September lalu.
Kenaikan tersebut akibat berkurangnya hasil panen dan meningkatnya permintaan selama peringatan bulan Maulid.
Ia menyebut, pada periode tersebut kebutuhan bumbu dapur meningkat tajam karena masyarakat banyak menggelar kenduri.
Baca juga: Turun Tipis, Harga Cabai Merah di Aceh Tamiang Tetap Pedas
“Naiknya harga cabai merah ini karena hasil panen menurun dan permintaan meningkat,” terangnya.
“Kalau di Aceh, saat Maulid orang banyak memakai cabai untuk masak besar,” ujar Rizal
Rizal menambahkan, dalam dua hari terakhir pasokan cabai dari petani mulai kembali lancar sehingga harga berangsur turun.
Meski sempat mahal, daya beli masyarakat menurutnya masih cukup baik.
Selama musim kenduri, penjualan tetap ramai, hanya sedikit menurun pada hari-hari biasa.
Selain cabai merah, sejumlah bahan dapur lain juga mengalami perubahan harga.
Baca juga: Harga Cabai Merah Turun Tipis di Abdya, Telur Ayam Naik Jadi Rp 58 Ribu Per Papan
Cabai hijau kini dijual sekitar Rp 33 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 30 ribu, bawang merah Aceh Rp 35 ribu, bawang peking Rp 28 ribu, dan bawang putih super Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng masih stabil di Rp 20 ribu per liter, gula pasir Rp 19 ribu per kilogram, dan telur ras naik menjadi Rp 60 ribu per lempeng dari sebelumnya Rp 55 ribu.
Untuk beras premium, harga di pasar lokal kini mencapai Rp 230 ribu per karung isi 15 kilogram, sedangkan beras SPHP dari Bulog dijual Rp 62 ribu per kemasan 5 kilogram.
Rizal berharap, pemerintah dapat membantu petani cabai merah agar produksi lebih teratur dan tidak bergantung pada musim panen.
Menurutnya, pembinaan dari dinas terkait dapat membantu menjaga kestabilan harga di pasar.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pangan di Pasar Aceh Tamiang Mulai Turun, Cabai Merah Rp 78 Ribu
“Kami harapkan pemerintah bisa memberi bimbingan kepada petani cabai supaya mereka paham cara tanam dan panen yang baik,” tutur Rizal.
“Dengan begitu, pasokan bisa stabil dan harga tidak melonjak,” ujarnya.
Ia juga berharap, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pangan.
Terutama di daerah kepulauan seperti Sabang yang masih bergantung pada pasokan dari daratan Aceh.
“Kalau pemerintah rutin memantau harga, masyarakat juga tenang. Pedagang bisa jualan normal tanpa khawatir harga tiba-tiba naik,” tutup Rizal.(*)
| Polsubsektor Pelabuhan Usulkan Pos Imigrasi di Balohan, Koordinasi Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Pasang Surut Perairan Sabang - Banda Aceh Terpantau Normal, Gelombang Tenang |
|
|---|
| 575 KK di Kuta Ateuh Sabang Terima Subsidi Listrik, Total Rp155 Juta |
|
|---|
| Jumat 24 April 2026, Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang |
|
|---|
| Jadwal Feri Sabang - Banda Aceh Normal, Dua Kapal Layani Tiga Trip Harian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cabai-merah-turun-di-sabang.jpg)