Kamis, 9 April 2026

Dramatis, Basarnas Aceh Selamatkan Dua Pemancing MMF yang Terombang-ambing di Tengah Badai

Mereka tak menyangka perjalanan memancing yang dimulai dengan cuaca cerah akan berubah menjadi perjuangan hidup di tengah badai laut

Editor: Yocerizal
MMF Aceh
FOTO BERSAMA - Kasie Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh Zul Indra, foto bersama dengan anggota Komunitas Merah Mata Fishing (MMF) dalam kunjungan silahturahmi, Rabu (22/10/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hari Minggu, 19 Oktober 2025, menjadi momen tak terlupakan bagi dua pemancing dari Komunitas Merah Mata Fishing (MMF), HD (37) dan FR (39). 

Berangkat dari dermaga Lhokseudu, Aceh Besar, bersama seorang pawang kapal, mereka tak menyangka perjalanan memancing yang dimulai dengan cuaca cerah akan berubah menjadi perjuangan hidup di tengah badai laut.

Pagi itu, sekitar pukul 07.30 WIB, langit masih bersahabat. HD, FR, dan sang pawang melaju ke laut dengan semangat memancing. 

Namun, menjelang pukul 10.00 WIB, awan gelap mulai menggulung. Mereka segera menghindar dari awan pekat dan memilih lokasi yang lebih dekat ke daratan.

Pukul 14.00 WIB, hujan turun deras. Mereka memutuskan kembali ke darat, namun mesin kapal tak kunjung menyala. 

Setelah diperiksa, ternyata oli mesin bocor. Pawang melempar jangkar agar kapal tak terseret ombak yang mulai menggila.

Dalam kepanikan, mereka menghubungi rekan-rekan di darat. Dua kapal nelayan sempat mencoba menolong, namun ombak terlalu ekstrem. 

Baca juga: Direktur RSZA: Antara Amanah Publik dan Ujian Integritas  

Baca juga: VIDEO Pak Purbaya Ngamuk! BUMD Bobrok, Jual Beli Jabatan & Proyek Gaib Bikin Ekonomi Ngelag

“Kami sangat panik, terombang-ambing berjam-jam di tengah hujan dan ombak ganas, apalagi saat malam tiba. Kami benar-benar ketakutan,” ujar FR mengenang.

TIM SAR Aceh Bergerak Cepat

Mendapat laporan, Tim SAR Aceh langsung bergerak. Meski cuaca ekstrem, mereka tetap meluncur karena menyangkut nyawa manusia. 

Setelah lebih dari sembilan jam terombang-ambing, HD, FR, dan sang pawang akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Zul Indra, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, menyampaikan rasa syukur atas keselamatan para pemancing. 

“Kami mohon maaf tidak bisa menarik kapal ke darat, karena prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa,” ujarnya saat menerima kunjungan silaturahmi dari MMF, Rabu malam (22/10/2025).

Zul juga mengimbau para pemancing agar lebih siap saat turun ke laut. 

“Cek kondisi kapal secara menyeluruh, gunakan life jacket, dan kalau bisa bawa ponsel satelit,"

"Terakhir, gunakan EPIRB agar bisa mengirim sinyal darurat jika terjadi hal tak diinginkan,” sarannya.

Baca juga: Duduk Perkara Wanita di Aceh Singkil Diceraikan Suami Lulus PPPK: Marah Gegara Tak Ada Lauk di Rumah

Baca juga: Gairah Hilang Setelah Menopause? dr Aisah Dahlan: Tubuh Bisa Diajak Bicara, Minta Kembali Nikmatnya

Tantangan Tim Rescue

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved