Rabu, 6 Mei 2026

Tambang Ilegal

Abu Chik Ninja: Beko Penambang Emas di Pidie Sudah Digudangkan

Menurut Abu Chik, tidak ada lagi alat berat yang bekerja di lokasi tambang juga disebabkan oleh pasokan bahan bakar

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
ABU CHIK NINJA — Abu Chik Ninja pastikan seluruh alat berat di lokasi tambang di Kabupaten Pidie kini berhenti beroperasi usai adanya ultimatum dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, beberapa waktu lalu. 

Menurut Abu Chik, tidak ada lagi alat berat yang bekerja di lokasi tambang juga disebabkan oleh pasokan bahan bakar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seluruh alat berat di lokasi tambang di Kabupaten Pidie kini dikabarkan berhenti beroperasi usai adanya ultimatum dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, beberapa waktu lalu.

Salah satu pelaku tambang di Pidie, Muhammad Nasir alias Abu Chik Ninja, mengaku bahwa para penambang mematuhi arahan tersebut dan dengan sukarela secara bertahap menurunkan alat berat dari lokasi tambang.

“Kita kalau sudah diperintahkan, kan tetap kita indahkan. Ini sangat kita apresiasi. 

Hal ini (usulan tambang rakyat) sudah lama kita usulkan dari tahun 2008, 2015, dan baru sekarang direspon, jadi patut kita syukuri,” kata Abu Chik kepada Serambinews.com, Kamis (23/10/2025) malam.

Baca juga: Pemerintah Aceh bersama Forkopimda Susun Roadmap Penertiban Tambang Ilegal

Menurut Abu Chik, tidak ada lagi alat berat yang bekerja di lokasi tambang juga disebabkan oleh pasokan bahan bakar untuk beko yang telah dihentikan, sehingga semua alat berat sudah digudangkan.

“Kalau alat (beko) saat ini memang tidak lagi bekerja setelah ada instruksi Mualem. Kalau dulu minyak yang dipakai untuk beko tambang minyak industri, sekarang minyak itu pun tidak diberikan lagi, jadi kan alat enggak bisa lagi,” ungkapnya.

“Jadi sekarang alat-alat sudah di gudang, enggak bisa lagi beroperasi karena enggak ada minyak,” lanjutnya.

Abu Chik menambahkan, meski saat ini alat berat tidak lagi beroperasi, tetapi proses penambangan secara tradisional tetap berjalan. 

Ia menilai, penutupan tambang tidak mungkin dilakukan secara total karena hal itu menyangkut dengan kebutuhan hidup masyarakat.

“Kalau penutupan total kan ngak mungkin, siapa yang mau kasih nasi masyarakat di sana yang lebih dari 12.000 orang,” katanya.(*)

Baca juga: Tambang Rakyat, Dilema Ekonomi dan Lingkungan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved