Jumat, 29 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pemerintah Bangladesh Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Aceh

Ketertarikan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi antara Dubes Bangladesh dan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama sejumlah pejabat

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
DISKUSI - Sekda Aceh, M. Nasir berdiskusi dengan Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Tarikul Islam, di ruang rapat sekda, Jumat 24/10/2025. Dalam pertemuan itu Pemerintah Bangladesh menyatakan ketertarikannya untuk menjalin berbagai bentuk kerja sama strategis dengan Pemerintah Aceh, terutama di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan industri garmen. 

Bangladesh siap berbagi pengalaman dan teknologi dalam industri garmen, serta membuka peluang investasi bersama,” kata Dubes Tarikul.

Dalam bidang agrikultur, ia menjelaskan bahwa Bangladesh telah berhasil mengembangkan teknologi modern dalam produksi beras dan komoditas perkebunan lainnya.

Pihaknya berharap dapat mengirimkan tenaga ahli dan membuka pelatihan pertanian di Aceh, termasuk di bidang pengolahan hasil bumi dan ketahanan pangan.

“Kami siap menjalin kerja sama pelatihan, riset, dan pertukaran tenaga ahli agar sektor pertanian Aceh semakin berkembang,” ujarnya.

Dubes Tarikul juga menegaskan minat Bangladesh untuk mengimpor produk-produk unggulan Aceh seperti kopi Gayo, rempah-rempah, energi, minyak goreng dan hasil laut.

Ia menyebutkan pihaknya berencana membawa investor Bangladesh untuk menanamkan modal di sektor agrikultur dan pengolahan hasil alam di Aceh.

Salah satunya dengan mengembangkan perkebunan rempah dan pengolahan bumbu masak.

Bangladesh kata Dubes, turut menaruh perhatian terhadap kerja sama di bidang energi.

Negara tersebut selama ini mengimpor energi dari Timur Tengah dengan biaya tinggi.

Berhubung letak Aceh yang lebih dekat, kerja sama ekspor energi dan produk minyak bumi dinilai lebih efisien dan saling menguntungkan.

Selain itu, Pertemuan tersebut juga membahas peluang pembentukan kawasan industri terintegrasi di Aceh yang dapat menggabungkan sektor garmen, pertanian, dan pengolahan hasil alam.

“Bangladesh memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri yang efisien. Kami ingin berbagi konsep itu agar Aceh bisa menjadi pusat produksi dan ekspor di wilayah barat Indonesia,” ujar Dubes Tarikul.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kanselor Administrasi Kedutaan Besar Bangladesh, Habiburokhman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf.

Kemudian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Adi Darma.

Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan kunjungan teknis dan penyiapan draf MoU kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Bangladesh. (*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved