Wabah Flu Serang Santri
Begini Cara Dayah Darur Rasyid Aceh Singkil Tangkal Wabah Influenza
“Karena itu, penting menjaga kebersihan, istirahat yang cukup, serta asupan makanan bergizi,” tambahnya.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Kasus Flu massal masih belum terdeteksi di Aceh Singkil.
- Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil menerapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menangkal merebaknya penyakit influenza atau flu di pesantren.
- Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil mengedepankan pencegahan lebih dini sebelum penyakit infuenza menyerang agar proses pembelajaran tidak terhambat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kasus flu atau influenza massal belum terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, setidaknya hingga Jumat (31/10/2025).
Akan tetapi, langkah antisipasi mencegah fenomena wabah influenza di pesantren tersebut mendapat perhatian serius dari praktisi dayah di daerah itu.
Praktisi dayah Aceh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil, Ustaz Dr Andika Novriadi Cibro, MAg memberikan penjelasan mengenai situasi tersebut.
Ia menyebut, bahwa perubahan cuaca ekstrem dan pola hidup santri yang padat berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh.
“Pergantian musim dari panas ke hujan memengaruhi daya tahan tubuh santri,” katanya.
“Banyak di antara mereka yang tetap beraktivitas padat, mulai dari belajar diniyah, kegiatan Pramuka, hingga olahraga sore, tanpa istirahat cukup,” ujar Dr Andika.
Baca juga: Dayah & Sekolah di Aceh Barat Masih Bebas Flu, Dinkes Terus Lakukan Pengawasan
Menurutnya, influenza merupakan penyakit musiman yang bisa diatasi dengan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
“Flu ini sebenarnya ringan, tapi bisa menular cepat dan menurunkan semangat belajar,” urai Ustaz Andika.
“Karena itu, penting menjaga kebersihan, istirahat yang cukup, serta asupan makanan bergizi,” tambahnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Ustaz Andika sebagai pimpinan pesantren, membeberkan cara Dayah Darur Rasyid dalam antisipasi wabah influenza di pesantren.
Antara lain, ungkapnya, aktif berkoordinasi dengan kepala Puskesmas Simpang Kanan, yang wilayah kerjanya mencakup daerah sekitar pesantren.
Baca juga: Aceh Singkil Masih Aman dari Flu Massal, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan
Koordinasi tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan santri, pemberian vitamin, dan penanganan pada gejala penyakit lainnya yang rentan terjadi pada santri.
“Kami bersyukur pihak Puskesmas Simpang Kanan sangat tanggap,” tuturnya.
“Kepala Puskesmas, Ns Aziswan, SKep, MKes beserta tim medis turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada para santri,” ujar Dr Andika.
Pesantren yang terletak di Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan itu juga menjalin kerja sama dengan apoteker dan praktisi kesehatan dari kalangan wali santri.
Mereka turut membantu memberikan penyuluhan, saran obat ringan, serta dukungan dalam penyiapan logistik kesehatan.
Langkah penting lainnya mengantisipasi terjadinya wabah influenza, beber dia, pihak dayah bersama puskesmas dan wali praktisi kesehatan mengadakan seminar kesehatan dan pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh guru dan santri.
Materinya mencakup pentingnya menjaga imunitas, cara mencuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin, serta pengelolaan lingkungan asrama agar tetap bersih dan nyaman.
Baca juga: Atasi Batuk dan Flu Secara Alami dengan Tanaman Herbal: Solusi Tepat di Musim Hujan
“Edukasi santri sangat penting. Mereka tidak hanya diajarkan menghindari penyakit, tapi menjadi agen perubahan yang membawa budaya hidup sehat ke lingkungan sekitar,” jelas Dr Andika.
Ustaz Andika menekankan, pentingnya kewaspadaan dini terhadap setiap gejala penyakit di lingkungan pesantren sekecil apa pun bentuknya.
Menurutnya, kebiasaan menyepelekan keluhan ringan sering kali menjadi awal munculnya masalah yang lebih besar.
“Penyakit sekecil apa pun yang dialami santri tidak boleh diabaikan atau dianggap hal kecil dengan keyakinan akan sembuh seiring waktu,” tukas dia.
“Sebab, sikap seperti itu sering membuka lembaran masalah baru,” tandas Ustaz Andika.
Ia menambahkan, bahwa penyakit menular seperti influenza memiliki potensi penyebaran tinggi di lingkungan berasrama.
Ketika satu orang terinfeksi, risiko penularan kepada santri lain sangat besar karena aktivitas dan fasilitas yang digunakan bersama.
Baca juga: Wabah Flu Serang Santri
"Kalau ada yang sakit dan dibiarkan tanpa penanganan cepat, penyebaran bisa terjadi dalam waktu singkat,” ulas dia.
“Jika hal itu sampai terjadi, pihak pesantren mungkin harus membuat keputusan besar seperti memulangkan banyak santri untuk isolasi mandiri, dan hal itu tentu akan menghambat proses pembelajaran,” ujarnya.
Andika menambahkan, penanganan kesehatan di pesantren tidak bisa dilakukan secara parsial.
Melainkan membutuhkan sinergi antara pihak pesantren, tenaga medis, pemerintah daerah dan wali santri.
Terakhir ia mengajak seluruh pesantren di Aceh untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, antara pihak pesantren, wali santri, tenaga medis, dan pemerintah daerah, dalam membangun sistem kesehatan pesantren yang tangguh.
Baca juga: Wabah Flu di Thailand Tewaskan 9 Orang, Korban Infeksi Capai 107.507 Orang, Ini Wilayah Paling Parah
“Kesehatan santri adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita bisa menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan produktif,” pungkasnya.(*)
Wabah Flu Serang Santri
Flu
influenza
Dayah Darur Rasyid Aceh Singkil
Aceh Singkil
multiangle
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| RSUD Yulidin Away Tapaktuan Siaga Hadapi Influenza, Direktur: Kasus belum Ada |
|
|---|
| Kasus Flu Belum Terdeteksi, Dinkes Bireuen Tetap Lakukan Pemantauan |
|
|---|
| Belum Ada Kasus Influenza di Sabang, Dinkes Imbau Warga Waspada di Musim Pancaroba |
|
|---|
| Dinkes Pastikan Bireuen Masih Aman dari Wabah Flu, Irwan: Kita Pantau Terus |
|
|---|
| Waspada Influenza A, Plt Dirut RS Meuraxa Minta Masyarakat Tak Tunda Pengobatan Deteksi Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Direktur-Pondok-Pesantren-Darur-Rasyid-Aceh-Singkil-Ustadz-Dr-Andika-Novriadi-Cibro-MAg.jpg)