Jejak Investasi di Pidie
Warga Berharap Pembangunan Pabrik Dilanjutkan
Warga Berharap Pembangunan Pabrik Semen Laweung Dilanjutkan, kehadiran pabrik telah memberi dampak positif terhadap ekonomi lokal
Ringkasan Berita:
- Warga di Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Kabupaten Pidie Berharap Pembangunan Pabrik Semen Laweung Dilanjutkan
- Mukim Laweung, Muslim Syamaun, menyebut sejak pabrik mulai dibangun pada 2017, geliat ekonomi di Gampong Cot Laweung dan sekitarnya meningkat signifikan.
- Perwakilan PT SIA di Laweung, Ibrahim, menilai bahwa penghentian proyek selama tujuh tahun berdampak langsung terhadap meningkatnya pengangguran di kawasan tersebut.
MASYARAKAT di Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Kabupaten Pidie, kembali menyuarakan harapan agar pembangunan dan pengoperasian pabrik semen Laweung yang sempat terhenti dapat kembali dilanjutkan. Mereka menilai kehadiran pabrik tersebut telah memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan warga.
Mukim Laweung, Muslim Syamaun, menyebut sejak pabrik mulai dibangun pada 2017, geliat ekonomi di Gampong Cot Laweung dan sekitarnya meningkat signifikan. Warga yang sebelumnya kurang mampu mulai membuka usaha kecil seperti warung dan kedai. Selain itu, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga telah dimanfaatkan oleh sejumlah desa.
“Saya lihat masyarakat sangat berkeinginan agar pemerintah kembali mendirikan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga, khususnya di Gampong Cot,” ujar Muslim, Rabu (29/10/2025).
Ia juga menyebut bahwa pihak perusahaan telah menyekolahkan beberapa warga agar kelak bisa bekerja di pabrik. Menurutnya, masyarakat kini semakin terbuka terhadap kehadiran industri tersebut.
Muslim berharap, pemerintah dan pihak terkait segera menindaklanjuti upaya pengaktifan kembali proyek PT Semen Indonesia Aceh. Ia juga berpesan agar seluruh pihak menjaga kondusifitas dan memastikan manfaat pabrik dapat dirasakan hingga ke generasi mendatang.
“Harapan masyarakat kami di Muara Tiga dan Batee sangat besar. Kami ingin pabrik ini aktif kembali agar roda ekonomi terus berputar,” pungkasnya.
Camat Muara Tiga, Mustafa, menyatakan bahwa pihak Forkopimcam mendukung penuh keinginan masyarakat. Ia menyebut polemik lahan yang sempat muncul pada 2017 kini bisa dibicarakan secara baik. “Mayoritas masyarakat kami adalah petani dan pelaut. Kalau pabrik ini dibangun kembali, sumber ekonomi mereka pasti bertambah,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Aceh kembali menggaet investor dan melibatkan tokoh lokal sebelum proyek dilanjutkan. Bagi mereka, pabrik semen bukan sekadar bangunan industri, melainkan simbol harapan yang sempat tertunda.
Sementara Perwakilan PT Semen Indonesia Aceh (SIA) di Laweung, Ibrahim, menilai bahwa penghentian proyek selama tujuh tahun berdampak langsung terhadap meningkatnya pengangguran di kawasan tersebut. Banyak warga yang sebelumnya berharap bisa bekerja di proyek kini kehilangan harapan.
“Kalau ini tidak jalan, kami banyak pengangguran. Cuma tanam cabai setahun sekali. Kalau jadi, ya syukur. Kalau tidak, kasihan masyarakat,” ujarnya.
Ibrahim menegaskan bahwa harapan besar itu datang dari masyarakat kampung, bukan untuk kepentingan pribadi dirinya. “Saya sudah ada kerja, walaupun sedikit. Tapi ini untuk masyarakat Laweung dan Batee, supaya pengangguran berkurang,” tambah Ibrahim.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah menyisakan kawasan Guha Tujuh sebagai lokasi wisata dan lahan masyarakat. Area tersebut dipastikan tidak termasuk dalam zona pabrik. “Enggak semua lahan diambil. Sudah kami lakukan pematokan, dan Guha Tujuh tetap jadi milik masyarakat,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Berharap-Pembangunan-Pabrik-semen-Laweung-Dilanjutkan-Lagi.jpg)