Berita Aceh Utara
Banjir Lumpuhkan Aceh Utara, Ribuan Warga Mengungsi dan Infrastruktur Rusak
Sedikitnya 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam air, sementara sembilan titik tanggul sungai dilaporkan jebol
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Aktivitas warga lumpuh di 19 dari 27 kecamatan di Aceh Utara hingga Jumat (28/11/2025).
- 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam air, sementara sembilan titik tanggul sungai dilaporkan jebol
- Banjir tersebut juga diperparah meluapnya air sejumlah sungai, yaitu Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak,
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak sepekan terakhir akibat curah hujan tinggi menyebabkan aktivitas warga lumpuh di 19 dari 27 kecamatan di Aceh Utara hingga Jumat (28/11/2025).
Banjir tersebut juga diperparah meluapnya air sejumlah sungai, yaitu Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Nisam.
Selain itu kondisi ini juga diperparah karena kerusakan tanggul sungai yang jebol, karena tak mampu menahan debit air yang semakin membesar.
Banjir ini menggenangi permukiman warga, merusak lahan pertanian, tambak, dan perkebunan, serta menghancurkan sarana dan prasarana umum.
Kondisi diperparah dengan padamnya jaringan internet di sejumlah wilayah, yang menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik ke lokasi pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pun meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat bencana banjir melalui surat resmi bernomor 360/851/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa), dengan masa berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Serambinews.com, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara per Kamis, 27 November 2025 pukul 10.30 WIB, sebanyak 19 kecamatan terdampak banjir dengan total ratusan desa terendam.
Meliputi Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu, Langkahan, Syamtalira Aron, Samudera, Baktiya Barat, Lapang, Dewantara, Matangkuli, Bandar Baro, Lhoksukon, Pirak Timu, Sawang, Nibong, Tanah Luas, Murah Mulia, dan Kuta Makmur.
Banjir tersebut berdampak terhadap 46.830 jiwa atau 17.742 kepala keluarga, dengan 44.350 jiwa atau 14.713 kepala keluarga terpaksa mengungsi di 35 lokasi pengungsian.
Kelompok rentan turut terdampak, meliputi 64 ibu hamil, 490 balita, 526 lansia, dan 12 penyandang disabilitas.
Selain itu, kerusakan rumah tercatat sebanyak 13 unit rusak berat, 67 unit rusak sedang, dan 50 unit rusak ringan.
Dampak banjir juga meluas ke sektor pertanian dan infrastruktur.
Sedikitnya 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam air, sementara sembilan titik tanggul sungai dilaporkan jebol serta satu unit jembatan di kawasan Krueng Sawang terputus.
banjir aceh utara
lumpuh
mengungsi
Aceh Utara
Infrastruktur Rusak Akibat Banjir
korban banjir
Banjir Landa Aceh
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Perempuan Muda yang Ditangkap Setelah Jual Sabu ke Dua Pria, Sudah Lama Jadi Bandar |
|
|---|
| Setelah Lima Bulan Lebih Menunggu, Penyintas Banjir di Aceh Utara Terima Dana Tunggu Hunian |
|
|---|
| Pasien Poli Mata RSUD Cut Meutia Dibatasi, Warga Aceh Utara Mengeluh Tak Terlayani |
|
|---|
| Dorong Eksplorasi Migas, BPMA dan PGE Sosialisasi Pemboran Sumur Minyak ke Pemkab & DPRK Aceh Utara |
|
|---|
| 10 Pasangan Lolos Tahap Final Agam-Inong Aceh Utara Tahun 2026, Ini Nama-namanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aceh-utara-2811.jpg)