Banjir Landa Aceh
Kisah Nurdin di Kursi Roda Selamat dalam Banjir Bandang Aceh Diberitakan Media Asing
Nurdin dan istrinya termasuk korban selamat. Rumah mereka di Kota Langsa, Aceh, ikut terendam banjir pada Rabu (28/11/2025).
Ringkasan Berita:
- Kisah menyentuh tentang Nurdin (71), seorang penyintas banjir bandang di Aceh yang selamat meski hanya bisa bergerak dengan kursi roda.
- Nurdin dan istrinya termasuk korban selamat. Rumah mereka di Kota Langsa, Aceh, ikut terendam banjir pada Rabu (28/11/2025).
- Karena mengalami stroke, Nurdin sehari-hari menggunakan kursi roda dan kesulitan menyelamatkan diri ketika air tiba-tiba naik.
SERAMBINEWS.COM - Jaringan media berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, menerbitkan artikel berjudul "Indonesia’s flood victims pick up pieces as homes, livelihoods swept away" di situs web mereka pada Selasa (2/12/2025).
Dalam artikel tersebut, muncul kisah menyentuh tentang Nurdin (71), seorang penyintas banjir bandang di Aceh yang selamat meski hanya bisa bergerak dengan kursi roda.
Banjir bandang diketahui telah menerjang Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.
Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 708 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Nurdin dan istrinya termasuk korban selamat. Rumah mereka di Kota Langsa, Aceh, ikut terendam banjir pada Rabu (28/11/2025).
Karena mengalami stroke, Nurdin sehari-hari menggunakan kursi roda dan kesulitan menyelamatkan diri ketika air tiba-tiba naik.
Kisah perjuangannya bertahan hidup di tengah banjir inilah yang kemudian diangkat oleh Al Jazeera.
Baca juga: Pascabanjir di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, Banyak Warga Lost Contact dengan Keluarga
Awalnya pasrah hadapi banjir
Saat banjir bandang masuk ke rumah, Nurdin dan istrinya merangkak ke atas tempat tidur untuk menghindari air yang terus meninggi.
Tidak berdaya karena kondisinya, Nurdin mengaku sudah pasrah.
“Saya hanya menunggu kematian. Saya tidak ingin meninggalkan rumah saya,” kata Nurdin dikutip dari Al Jazeera.
“Saya memutuskan untuk mati di sana, tapi istri saya bersikeras agar kita pergi.”
Adik Nurdin kemudian meminta bantuan tetangga untuk mengevakuasi pasangan lansia tersebut.
Sempat tenggelam
Ketika tetangga akhirnya tiba, air sudah setinggi dada.
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terjebak-banjir-di-pohon-sawit-di-Aceh-Singkil.jpg)