Jumat, 17 April 2026

Banjir Landa Aceh

Minta Maaf Listrik Aceh Belum Pulih, Bahlil: Banyak Tantangan yang Harus Dihadapi

Ia menuturkan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana longsor dan banjir

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Jumat (7/3/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan permintaan maaf karena sistem kelistrikan di Aceh belum sepenuhnya pulih.
  • Target 93 persen listrik Aceh pulih pada akhir pekan lalu ternyata belum tercapai.
  • Ia menuturkan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana longsor dan banjir

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan permintaan maaf karena sistem kelistrikan di Aceh belum sepenuhnya pulih.

Target 93 persen listrik Aceh pulih pada akhir pekan lalu ternyata belum tercapai.

Ia menuturkan banyak tantangan yang harus dihadapi dalam memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana longsor dan banjir, sehingga proses pemulihan memerlukan waktu lebih panjang.

"Saya yakin dan percaya bahwa pasti masih banyak kekurangan, pasti masih terjadi hal-hal yang tidak pernah kita perkirakan terjadi di lapangan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

"Karena itu, sebagai pemerintah juga ikut prihatin yang sedalam-dalamnya, dan kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf," lanjutnya.

Baca juga: Listrik Masih Padam, Warga Aceh Tamiang Sesalkan Pernyataan Menteri Bahlil

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan, terjadi kerusakan yang masif pada sistem kelistrikan Aceh akibat bencana longsor dan banjir yang melanda pada akhir November lalu. 

Kondisi tersebut membuat proses perbaikan membutuhkan waktu lebih panjang karena adanya berbagai hambatan teknis.

"Saya memahami betul kekecewaan dan kesulitan masyarakat. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini. Saya mohon maaf, dan memastikan bahwa tim kami terus bekerja penuh untuk bagaimana memulihkan sistem kelistrikan di Aceh," ujar Darmawan dalam telekonferensi dengan Bahlil.

Salah satu kerusakan yang signifikan adalah transmisi antara Bireun dan Arun, di mana terdapat 6 tower transmisi yang roboh tersapu banjir.

Alhasil, pembangkit PLN di Arun tidak bisa mengalirkan listrik ke Bireun dan daerah lainnya di sepanjang jalur pantai timur Aceh, termasuk Banda Aceh.

Baca juga: Aceh Masih Gelap, Bahlil Minta Maaf Usai Prank Presiden Prabowo Soal Penanganan Pemulihan Listrik

Darmawan bilang, Banda Aceh saat ini hanya mendapatkan pasokan listrik dari pembangkit di Nagan Raya.

Namun, kapasitas yang terbatas membuat Banda Aceh harus mengalami pemadaman bergilir.

Kemudian, kerusakan terjadi pula pada transmisi Bireun menuju Aceh Tengah, termasuk Takengon dan Gunung Ketia.

Upaya perbaikan tower-tower transmisi pun segera dilakukan PLN sejalan dengan arahan Menteri ESDM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved