Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Sampai Bawa Baskom di Pinggir Jalan, Warga Aceh Tamiang Teriak Lapar, Vilmei: Bau Anyir di Mana-Mana

Dalam unggahan terbarunya, Rabu (10/12/2025), Vilmei menceritakan bahwa sepanjang jalan menuju lokasi, ia melihat pemandangan memilukan.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Tangkapan layar/ig @vilemi
Relawan kemanusiaan sekaligus konten kreator, Vilmei, kembali memberikan laporan kondisi terbaru dari wilayah terdampak banjir besar di Aceh. Kali ini, ia tiba di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang disebut warga paling parah terdampak dan hingga kini masih kekurangan makanan, air bersih dan akses komunikasi. 

Ringkasan Berita:
  • Vilmei, relawan sekaligus konten kreator, melaporkan kondisi terbaru dari Aceh Tamiang, salah satu daerah paling parah terdampak banjir.
  • Warga masih mengalami kekurangan makanan & banyak yang berdiri di pinggir jalan membawa baskom berharap bantuan datang.
  • Kondisi wilayah: listrik belum hidup dan jaringan komunikasi terputus, lingkungan dipenuhi bau anyir lumpur dan material banjir.
  • Donasi kemanusiaan yang digalang Vilmei telah mencapai Rp 5 miliar dari 82.309 donatur.

SERAMBINEWS.COM - Relawan kemanusiaan sekaligus konten kreator, Vilmei, kembali memberikan laporan kondisi terbaru dari wilayah terdampak banjir besar di Aceh.

Kali ini, ia tiba di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang disebut warga paling parah terdampak dan hingga kini masih kekurangan makanan, air bersih dan akses komunikasi.

Dalam unggahan terbarunya, Rabu (10/12/2025), Vilmei menceritakan bahwa sepanjang jalan menuju lokasi, ia melihat pemandangan memilukan.

Banyak warga berdiri di pinggir jalan sambil membawa baskom, berharap ada warga atau relawan yang datang dan memberikan bantuan.

“Banyak yang sudah kelaparan. Sepanjang jalan ada warga bawa baskom, kayak berharap ada yang datang dan kasih makanan,” ujar Vilmei.

Menurutnya, kondisi Aceh Tamiang pada 9 Desember menunjukkan progres pembersihan yang cukup cepat di beberapa titik.

Baca juga: Sekolah di Pidie Jaya Terbelah Jadi Sungai usai Banjir, Vilmei Tak Percaya: Lapangan Jadi Air Terjun

Namun, kebutuhan dasar masyarakat masih jauh dari kata terpenuhi.

Tak Ada Listrik, Tak Ada Jaringan, dan Bau Anyir Menyengat

Vilmei mengatakan wilayah yang ia datangi masih gelap total karena listrik belum hidup.

Akses komunikasi pun terputus.

“Di sini nggak ada listrik, nggak ada jaringan sama sekali,” katanya.

Ia juga menggambarkan kondisi lingkungan yang dipenuhi bau menyengat dari lumpur dan material banjir.

“Bau anyir sepanjang jalan. Benar-benar beda. Warga juga sudah banyak yang kelaparan,” ujarnya.

Baca juga: Vilmei Syok Lihat Mobil–Motor Terkubur Lumpur 2 Meter, Warga Minta Alat Berat, Air Naik Jam 2 Pagi

82309 Donatur, Donasi Tembus 5 Miliar

Dalam video itu, Vilmei turut menyampaikan rasa terima kasih kepada puluhan ribu orang yang ikut berdonasi melalui penggalangan dana yang ia buka.

Total donasi telah mencapai 5 miliar rupiah dari 82.309 donatur.

Namun yang paling menyentuh, kata Vilmei, bukan nominalnya, tetapi banyaknya orang yang tergerak untuk membantu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved