Rabu, 22 April 2026

IPB dan USK Perkuat Respons Bencana melalui Distribusi dan Workshop Pangan Steril Siap Makan

Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk memperkuat respons tanggap darurat.

|
Editor: Yocerizal
for serambinews
FOTO BERSAMA - Tim dan peserta Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana 2025 dari Universitas IPB dan Universitas Syiah Kuala (USK). 

Ringkasan Berita:
  • Kolaborasi IPB dan USK memperkuat respons tanggap darurat bencana di Aceh dan sekitarnya melalui penyediaan pangan steril siap makan.
  • Distribusi dan alih pengetahuan dilakukan melalui penyaluran pangan darurat serta workshop produksi nasi steril berbasis teknologi sederhana.
  • Penguatan kapasitas dan standar produksi didukung BPOM dengan penekanan pada keamanan pangan, pemanfaatan alat sterilisasi terjangkau, serta inisiasi Klaster Pangan Darurat Bencana berbasis kampus.

 

SERAMBINEWSS.COM, BANDA ACEH - Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk memperkuat respons tanggap darurat, khususnya dalam penyediaan pangan siap makan yang aman dan bergizi. 

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana 2025 yang diinisiasi Kemdiktisaintek, Universitas IPB menggandeng Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai kampus posko di Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Satgas USK Respons Senyar Aceh. 

Ketua Satgas USK sekaligus Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Dr. Syamsidik, M.Sc., mengapresiasi dukungan IPB University dalam fase tanggap darurat. 

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua LPPM USK Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dra. Sulastri, M.Si., yang menilai kolaborasi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat terdampak.

Tim IPB University yang diketuai Dr. Tjahja Muhandri mendistribusikan pangan steril siap makan ke lokasi terdampak melalui Satgas USK. 

Selain itu, tim juga menyelenggarakan workshop produksi nasi steril sebagai bagian dari alih pengetahuan untuk memperkuat kapasitas produksi pangan darurat.

Workshop ini bertujuan membekali akademisi, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Gampong, serta relawan agar produksi pangan darurat dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan. 

Baca juga: Pemerintah Beri Rp600 Ribu per Bulan bagi Korban Banjir yang Tak Pindah ke Huntara

Baca juga: Polisi Ungkap Pembobol 12 Sekolah di Pidie, Pelaku Ditangkap di Banda Aceh

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Dr. Satriana, S.TP., M.T., dengan dukungan Satgas USK.

Sebanyak 20 peserta mengikuti workshop yang didukung 10 orang tim teknis. 

Peserta berasal dari USK serta sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Abulyatama, Politeknik Kesehatan Aceh, dan AKAFARMA Aceh. 

Mayoritas peserta merupakan relawan USK yang diharapkan mampu menerapkan praktik produksi di lapangan.

Workshop berlangsung pada 22–23 Desember 2025 di Gedung TDMRC Lantai 2 USK. Materi yang diberikan mencakup proses produksi pangan steril siap makan menggunakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan komunitas.

“Kami mendistribusikan pangan steril berupa nasi uduk dan nasi liwet lengkap dengan lauk pauk dalam kemasan retort pouch yang praktis dan aman untuk kondisi darurat,” ujar Dr. Tjahja Muhandri. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved