Thailand Jadi Tailan, Pemerintah Perbarui Standarisasi Ejaan Nama Negara Asing
Ejaan Thailand Jadi Tailan. Itu merupakan satu di antara nama negara asing yang ejaannya diperbarui.
SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Indonesia resmi memperbarui ejaan sejumlah nama negara asing dalam bahasa Indonesia.
Salah satu perubahan yang menjadi perhatian publik adalah penulisan Thailand yang kini disesuaikan menjadi Tailan.
Selain Thailand, beberapa nama negara lain juga mengalami penyesuaian ejaan. Paraguay kini ditulis menjadi Paraguai, Bangladesh menjadi Banglades, Afghanistan menjadi Afganistan, serta Swiss menjadi Swis.
Pembaruan ejaan tersebut dilakukan agar penulisan nama negara asing lebih selaras dengan sistem bunyi dan kaidah ejaan bahasa Indonesia. Penetapan ini disampaikan Pemerintah Indonesia melalui forum internasional.
Pembaruan tersebut tertuang dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025.
Melalui dokumen ini, Indonesia menetapkan penyesuaian ejaan sejumlah nama negara agar lebih sesuai dengan sistem bunyi dan ejaan bahasa Indonesia.
Baca juga: Buruan Klaim! Deretan Kode Redeem Free Fire 17 Januari 2026, Hadiah Gratis Menanti
Beberapa contoh perubahan tersebut antara lain Thailand menjadi Tailan, Paraguay menjadi Paraguai, Afghanistan menjadi Afganistan, Bangladesh menjadi Banglades, serta Swiss menjadi Swis.
Standardisasi ejaan ini merupakan hasil inisiatif jangka panjang yang telah diajukan oleh delegasi Indonesia sejak 2019.
"Pada 2019, Indonesia mengumpulkan daftar komprehensif nama-nama ibu kota dunia serta nama negara pada sesi perdana UNGEGN," tulis UNGEGN dalam dokumen bertajuk "Updated world country names: short and formal names, Submitted by Indonesia" tertanggal 10 Maret 2025.
Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (sistem ejaan) dan fonologis (bunyi bahasa).
Tujuannya adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar lebih selaras dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Lowongan Kerja Januari 2026 Terbaru! Ada Kominfo, Bank Indonesia hingga Kejaksaan, Cek Syaratnya!
Fonologi dan Ortografi Bahasa Indonesia
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, membenarkan adanya perubahan ejaan sejumlah nama negara dalam bahasa Indonesia.
Ia menjelaskan, kebijakan penetapan dan pemadanan ejaan baku nama-nama negara asing ke dalam bahasa Indonesia merupakan tugas utama Badan Informasi Geospasial (BIG).
Dalam proses pembahasannya, BIG bekerja sama dengan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri, perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, serta para pakar linguistik melalui Sidang Komisi Istilah.
“BIG merupakan lembaga otoritas utama penamaan geografis nasional Indonesia, termasuk standardisasi nama-nama geografis asing seperti nama negara, pulau, sungai, dan sebagainya, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia,” ujar Hafidz kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
| Lewat Program SAKTI PKS Banda Aceh, Kader Diajak Perkuat Layanan untuk Warga |
|
|---|
| Komunitas Meja Kopi 87 Pindah Tempat Nongkrong dari Solong ke Cut Nun |
|
|---|
| 1 Jamaah Haji Masih Dirawat di RSUDZA, Masih Berpeluang Masuk Kloter Terakhir |
|
|---|
| Enam Jamaah Haji Aceh Sempat Dirawat Di Tanah Suci, Kini Tersisa Tiga Orang |
|
|---|
| Aksi Pebalap Muda AHRT Harumkan Indonesia di Lintasan Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-pembaruan-ejaan-nama-negara-asing-dalam-bahasa-Indonesia.jpg)