Berita Luar Negeri
Militer AS Siap Tempur, Trump Diperkirakan Akan Serang Iran “Paling Cepat Hari Minggu”
Kemungkinan operasi dimulai “paling cepat pada hari Minggu”, merujuk pada tanggal 1 Februari 2026, jika keputusan akhir diambil oleh Gedung Putih.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Ketegangan AS–Iran memuncak, dengan laporan bahwa Presiden Trump bisa memerintahkan serangan militer ke Iran paling cepat Minggu (1/2/2026), menarget fasilitas nuklir, militer, dan kepemimpinan Iran.Israel dorong aksi militer, sementara Arab Saudi dan UEA menolak wilayahnya digunakan, dan Iran memperingatkan serangan akan memicu perang regional.Puluhan ribu tentara AS di Timur Tengah berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran, meski Teheran tetap membuka negosiasi tanpa ancaman kekerasan.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak, dengan adanya laporan bahwa Presiden AS Donald Trump bisa mengizinkan serangan militer terhadap Iran sesegera akhir pekan ini.
Sumber intelijen menyebutkan bahwa rencana tersebut telah disampaikan kepada sekutu utama AS di Timur Tengah, termasuk kemungkinan operasi dimulai “paling cepat pada hari Minggu”, merujuk pada tanggal 1 Februari 2026, jika keputusan akhir diambil oleh Gedung Putih.
Menurut laporan eksklusif Drop Site News, pejabat militer senior Amerika telah memberi tahu sekutu bahwa serangan militer yang direncanakan bisa mencakup target luas.
Target serangan itu mulai dari fasilitas nuklir dan rudal balistik Iran hingga instalasi militer strategis dan kepemimpinan tinggi Republik Islam Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Seorang mantan pejabat intelijen AS yang berkonsultasi dengan pemerintah Arab mengatakan bahwa operasi ini “lebih dari sekadar menekan program nuklir Iran” dan bisa bertujuan melemahkan atau bahkan menggulingkan rezim di Teheran.
“Para perencana perang AS membayangkan serangan terhadap situs nuklir, rudal balistik, dan situs militer lainnya, bersamaan dengan upaya untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran, khususnya menargetkan Korps Garda Revolusi Islam,” katanya.
Sumber tersebut mengatakan bahwa pemerintah percaya serangan yang berhasil terhadap kepemimpinan Iran dapat memicu protes massal di dalam Iran dan pada akhirnya menyebabkan penggulingan pemerintah.
Ia menambahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut aktif mendorong Washington untuk melancarkan serangan.
Netanyahu dilaporkan meyakinkan Presiden Trump bahwa Israel dapat membantu membentuk pemerintahan baru di Iran yang lebih selaras dengan kepentingan Barat, apabila rezim saat ini berhasil dijatuhkan.
Serangan AS ke Iran Akan Segera Terjadi
Dua pejabat intelijen senior Arab secara terpisah mengatakan kepada Drop Site News bahwa mereka telah menerima informasi yang mengindikasikan serangan AS mungkin akan segera terjadi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (30/1/2026) menggelar pembicaraan dengan pejabat Turki sebagai bagian dari upaya membangun negosiasi jalur belakang, termasuk wacana format trilateral yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Turki.
Sikap negara-negara Teluk juga menunjukkan kehati-hatian.
Arab Saudi, melalui kantor berita resminya, menyatakan menolak penggunaan wilayah udaranya untuk serangan AS terhadap Iran.
Pernyataan itu muncul setelah percakapan telepon antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
| Pengakuan Trump Usai Penembakan: "Andai Tahu Jabatan Presiden Berbahaya, Saya Tidak Calonkan Diri" |
|
|---|
| Detik-Detik Presiden Trump Nyaris Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Serbu Ruang Dansa di Gedung Putih |
|
|---|
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rezim-Israel-telah-meminta-Iran-untuk-menghentikan-serangan-balasannya.jpg)