Jumat, 17 April 2026

Konflik Palestina dan Israel

Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza-Mesir Akhirnya Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Pos perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir resmi dibuka kembali

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
angkapan Layar YouTube ABC News
PERBATASAN RAFAH - Tangkapan Layar YouTube ABC News yang diambil pada Kamis (14/2/2025) yang menunjukkan truk-truk bantuan mulai menyeberang dari Mesir ke Gaza melalui Perbatasan Rafah 

Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza–Mesir Akhirnya Dibuka,Tapi Ada Syaratnya

SERAMBINEWS.COM- Pos perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir resmi dibuka kembali setelah berbulan-bulan ditutup.

 Sejumlah warga Palestina dilaporkan mulai menyeberang sejak perlintasan tersebut kembali dioperasikan untuk pergerakan orang.

Namun, pembukaan ini masih bersifat sangat terbatas dan belum mencakup masuknya bantuan kemanusiaan maupun barang dagangan.

Perlintasan Rafah sebagian besar ditutup sejak Mei 2024, setelah wilayah tersebut direbut oleh pasukan Israel.

Baca juga: Setelah Hampir 2 Tahun Ditutup, Perbatasan Rafah Gaza–Mesir Akhirnya Bakal Dibuka Kembali

Pembukaan kembali ini merupakan bagian dari tahap pertama rencana gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump antara Israel dan Hamas, yang mulai berlaku sejak Oktober lalu.

Meski telah dibuka, jumlah orang yang diizinkan melintas masih sangat kecil.F

Setiap harinya, hanya puluhan warga Palestina yang diperbolehkan menyeberang ke Mesir maupun kembali ke Gaza. Bantuan kemanusiaan dan pasokan barang hingga kini masih dilarang masuk melalui jalur tersebut.

Situasi ini berdampak besar bagi warga Gaza yang membutuhkan perawatan medis.

Baca juga: Mossad dan Shin Bet Israel Latih Geng Bersenjata Untuk Serang Hamas dan Warga Sipil Gaza

Diperkirakan sekitar 20.000 warga Palestina yang sakit dan terluka saat ini menunggu izin untuk meninggalkan Gaza guna mendapatkan pengobatan di luar wilayah tersebut.

 Namun, laporan dari pihak Israel menyebutkan bahwa hanya 50 pasien yang diizinkan keluar setiap hari, masing-masing didampingi oleh dua anggota keluarga.

Selain itu, hanya 50 orang dari puluhan ribu warga Palestina yang sebelumnya meninggalkan Gaza selama perang yang akan diizinkan kembali.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengawasi proses pemindahan pasien dari wilayah yang dikuasai Hamas.

Para pasien akan diangkut menggunakan bus melalui wilayah yang berada di bawah kendali militer Israel sebelum mencapai perbatasan Rafah, sebagaimana disampaikan sumber kepada BBC News.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeluarkan peringatan keras.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved