Berita Internasional
Perang AS-Iran di Ambang Pintu, Opsi Militer Tunggu Perintah Trump
Amerika Serikat menyiapkan opsi militer terhadap Iran di tengah kebuntuan diplomasi di Jenewa, sementara Presiden Trump masih menimbang-nimbang.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat menyiapkan opsi militer terhadap Iran di tengah kebuntuan diplomasi di Jenewa, sementara Presiden Trump masih menimbang keputusan akhir.
- Trump memberi peringatan keras lewat Truth Social, sedangkan Iran menegaskan tidak akan melepaskan haknya atas pengayaan nuklir sesuai aturan IAEA.
- Kehadiran kapal induk USS Gerald Ford dan penarikan personel AS menjadi sinyal kesiapan militer, namun dunia menanti apakah diplomasi mampu meredam ketegangan.
Amerika Serikat menyiapkan opsi militer terhadap Iran di tengah kebuntuan diplomasi di Jenewa, sementara Presiden Trump masih menimbang keputusan akhir.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyiapkan opsi militer terhadap Iran di tengah kebuntuan diplomasi yang berlangsung di Jenewa.
Presiden Donald Trump disebut masih menimbang keputusan akhir.
Sementara Gedung Putih mengevaluasi risiko eskalasi politik dan militer di kawasan.
Trump melalui unggahan di Truth Social menegaskan, bahwa jika Iran tidak bersedia membuat kesepakatan, AS siap menggunakan pangkalan militer strategis untuk melumpuhkan potensi ancaman.
Meski demikian, sejumlah penasihatnya memperingatkan agar tidak terburu-buru melancarkan serangan.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan melepaskan haknya atas pengayaan nuklir yang diklaim sesuai aturan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Baca juga: Rusia-Iran-China Kirim Kapal Perang, Gelar Latihan Laut Gabungan di Selat Hormuz
Baca juga: VIDEO - Iran Tutup Selat Hormuz untuk Latihan Perang, AS Siagakan 50 Jet Tempur Siluman
Kepala Tenaga Atom Iran, Mohammad Eslami menekankan, bahwa teknologi nuklir digunakan untuk tujuan damai dan tidak bisa dirampas pihak mana pun.
Sementara itu, kehadiran kapal induk USS Gerald Ford di Mediterania Timur serta penarikan sebagian personel AS dari Timur Tengah menjadi sinyal kesiapan militer.
Namun, negosiasi yang dilakukan penasihat Trump dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi masih menyisakan perbedaan besar.
Dengan kondisi ini, dunia menyoroti apakah jalur diplomasi mampu meredam ketegangan.
Baca juga: AS Kerahkan Lebih dari 50 Jet Tempur dan Kapal Induk Raksasa ke Dekat Iran, Tunggu Perintah Trump
Baca juga: VIDEO - AS Kerahkan F-22 hingga F-35, Israel Siaga Penuh Hadapi Iran
Atau justru berujung pada konflik besar di Timur Tengah yang melibatkan AS, Iran, dan sekutu masing-masing.(*)
| Gawat! Korut Sahkan Aturan Wajibkan Militer Luncurkan Nuklir jika Kim Jong Un Terbunuh |
|
|---|
| Dampak Konflik Timur Tengah, Picu Kenaikan Harga Tiket Umrah Hingga Rp 6 Juta |
|
|---|
| Rudal Iran Mengarah ke Dubai usai Trump Sebut Serangan AS ‘Sentuhan Kasih Sayang’ |
|
|---|
| Anggota Kongres AS Sorot Program Nuklir Israel, Tuntut Menlu Rubio Buka-bukaan |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke-69: Trump Klaim Hampir Deal, Israel Bombardir Beirut di Tengah Ketegangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-Induk-Amerika-USS-Abraham-Lincoln-Terdeteksi-700-Km-dari-Iran.jpg)