Kamis, 7 Mei 2026

Berita Internasional

 Trump Bingung Iran Tak Menyerah, AS Kerahkan Kapal Induk Raksasa ke Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan sikap Iran yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda “menyerah”

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Istimewa
Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump. 

 Trump Bingung Iran Tak Menyerah, AS Kerahkan Kapal Induk Raksasa ke Timur Tengah

SERAMBINEWS.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan sikap Iran yang dinilai belum menunjukkan tanda-tanda “menyerah” di tengah meningkatnya tekanan militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan oleh utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu.

Dilansir melalui BBC News (23/3/2026), Witkoff mengatakan Trump merasa “penasaran” mengapa Iran belum mengambil langkah lebih jauh untuk menyatakan penolakan tegas terhadap senjata nuklir, meskipun AS telah mengerahkan kekuatan militer besar di kawasan.

 Ia menegaskan bahwa Trump tidak ingin menggunakan istilah “frustrasi”, namun mempertanyakan mengapa Teheran belum datang ke meja perundingan dengan komitmen yang lebih jelas.

Baca juga: Trump ‘Penasaran’ Mengapa Iran belum Menyerah di Tengah Tekanan Militer AS

“Dengan tekanan sebesar ini, dengan kekuatan laut dan angkatan laut yang kami miliki di kawasan tersebut, mengapa mereka tidak datang dan mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir, serta menjelaskan apa yang siap mereka lakukan?” ujar Witkoff.

Namun, ia mengakui bahwa membawa Iran ke titik tersebut bukanlah hal yang mudah.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya selama ini mencurigai Iran tengah berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh Teheran.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan masih terbuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu, Araghchi mengatakan bahwa para perunding tengah menyusun elemen-elemen kesepakatan yang berpotensi menguntungkan kedua belah pihak.

Baca juga: Israel Siaga Tinggi Hadapi Rudal Iran, Trump Ancam Aksi Militer Jika tak Ada Kesepakatan

Bahkan, Iran disebut sedang menyiapkan draf kemungkinan kesepakatan yang akan diserahkan kepada Witkoff dalam beberapa hari ke depan.

Pembicaraan tidak langsung antara pejabat AS dan Iran terkait program nuklir telah berlangsung di Jenewa pada 17 Februari lalu dan dilaporkan menghasilkan sejumlah kemajuan.

 Oman, yang bertindak sebagai mediator, mengumumkan bahwa putaran negosiasi berikutnya dijadwalkan kembali berlangsung di Jenewa pada Kamis pekan ini.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi berharap perundingan tersebut dapat memberikan dorongan positif untuk menyelesaikan kesepakatan.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa dunia akan mengetahui dalam waktu sekitar 10 hari apakah kesepakatan dapat tercapai atau Amerika Serikat akan mengambil langkah militer.

Baca juga: Dewan Perdamaian Jadi Panggung Ancaman, Trump Siap Serang Iran?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved