AS dan Israel Serang Iran
Isu Pasukan AS Invasi Iran Lewat Jalur Darat Mencuat di Forum Senat
Isu kemungkinan perang darat melawan Iran mencuat dan mendominasi pengarahan tertutup di Senat dan DPR Amerika Serikat yang dipimpin Menteri Luar
SERAMBINEWS.COM – Isu kemungkinan perang darat melawan Iran mencuat dan mendominasi pengarahan tertutup di Senat dan DPR Amerika Serikat yang dipimpin Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Selasa.
Pengarahan yang berlangsung selama tiga jam itu disebut-sebut tidak banyak mengubah pandangan para anggota parlemen, sementara nada penjelasan pemerintah dinilai terdengar defensif.
Sekitar 24 jam sebelumnya, Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat perlu menyerang Iran karena Israel disebut akan tetap bertindak, dengan atau tanpa dukungan Washington.
Ia juga memperingatkan bahwa Teheran kemungkinan akan membalas dengan menyerang aset-aset Amerika di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Analis: Perang Timur Tengah Ditentukan oleh Siapa yang Lebih Dulu Kehabisan Rudal atau Pencegat
Pernyataan tersebut memicu kemarahan sebagian pendukung inti Presiden Donald Trump yang selama ini mengusung kebijakan “America First”.
Sejumlah senator Partai Republik memiliki pandangan berbeda terkait urgensi serangan terhadap Iran.
Senator John Hoeven menyatakan bahwa momentum saat ini dinilai tepat karena Iran dianggap berada pada titik terlemahnya.
Sementara itu, Senator Mike Rounds berpendapat bahwa Iran tengah mengembangkan teknologi baru dan memproduksi rudal dengan sangat cepat, sehingga pada akhirnya berpotensi membanjiri sistem pertahanan di kawasan.
Namun sorotan terbesar justru datang dari Senator Demokrat Richard Blumenthal.
Usai mengikuti pengarahan, ia mengaku lebih khawatir dibanding sebelumnya bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang darat.
“Saya semakin takut setelah pengarahan ini bahwa kita mungkin akan mengerahkan pasukan dan bahwa pasukan dari Amerika Serikat mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan yang tampaknya dimiliki pemerintah,” kata Blumenthal.
Ia juga mengaku tidak lagi melihat kejelasan mengenai prioritas utama pemerintah, apakah untuk menghancurkan kapasitas nuklir Iran, melumpuhkan program rudal, mendorong perubahan rezim, atau menghentikan aktivitas yang dianggap sebagai terorisme.
Ketidakjelasan tujuan ini, menurutnya, meningkatkan risiko Amerika Serikat terseret dalam konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.
Senator Demokrat lainnya, Chris Murphy, mengatakan pemerintahan Trump tampaknya telah mengantisipasi kemungkinan jatuhnya korban tambahan dari pihak AS dan menunjukkan komitmen pada keterlibatan militer terbuka tanpa batas waktu yang jelas.
Kritik juga datang dari anggota DPR, Jason Crow, yang menilai pembenaran Rubio tidak meyakinkan.
| Rudal Iran Hantam Black Hawk dan C-130, AS Klaim Berhasil Selamatkan Pilot F-15 dalam Misi Berbahaya |
|
|---|
| Beredar Rumor, Trump Jatuh Sakit, Dilarikan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed |
|
|---|
| Iran Siap Ubah Timur Tengah Jadi “Neraka” jika Trump Serang Fasilitas Energi Teheran |
|
|---|
| Waktu 48 Jam Hampir Habis, Trump Sinyalkan Serangan Darat AS Besar-besaran ke Iran Segera Pecah |
|
|---|
| Dewan Dorong Pemko Banda Aceh Lahirkan Qanun Beasiswa Siswa Miskin dan Berprestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-AS-90-okjkl.jpg)