Konflik Amerika vs Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ditunda, Iran Sebut Dua Alasan Utama
Faktor pertama berkaitan dengan tingginya minat masyarakat dari berbagai provinsi di Iran yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Iran menunda pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan berlangsung di Teheran.
- Penundaan dilakukan beberapa hari setelah Khamenei wafat akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
- Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni persoalan logistik serta alasan keamanan.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran menunda pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan berlangsung di Teheran.
Penundaan dilakukan beberapa hari setelah Khamenei wafat akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni persoalan logistik serta alasan keamanan.
Faktor pertama berkaitan dengan tingginya minat masyarakat dari berbagai provinsi di Iran yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.
Pemerintah memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri oleh jutaan pelayat.
Persiapan pemakaman pun masih berlangsung untuk mengakomodasi besarnya jumlah massa yang diperkirakan hadir.
Sebagai perbandingan, sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989.
Selain faktor logistik, pemerintah Iran juga mempertimbangkan aspek keamanan.
Kehadiran massa dalam jumlah besar menimbulkan kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap kerumunan pelayat.
Sebelumnya, Kepala Dewan Dakwah Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, sempat menyatakan bahwa upacara perpisahan akan dimulai pukul 22.00 waktu setempat di Aula Doa Imam Khomeini di Teheran dan berlangsung selama tiga hari.
“Aula doa akan menerima pengunjung. Masyarakat dapat hadir dan mengambil bagian dalam upacara perpisahan serta sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,” kata Mahmoudi dalam pernyataan yang dikutip media Iran.
Khamenei meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026) dalam usia 86 tahun.
Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran 1979.
Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan peradilan, serta berperan sebagai pemimpin spiritual negara.
Baca juga: Perang Iran Memanas, Pasar Saham Dunia Bergejolak! Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam
| Iran Resmi Buka Selat Hormuz untuk Semua Kapal |
|
|---|
| Intelijen AS: China Diduga Pertimbangkan Kirim Radar Canggih ke Iran |
|
|---|
| AS Perketat Tekanan terhadap Iran, Militer Amerika Siap Hentikan Kapal Iran di Seluruh Dunia |
|
|---|
| Netanyahu Tegaskan Israel Siap Lanjutkan Perang dengan Iran, Ajukan Sejumlah Tuntutan |
|
|---|
| Ketegangan Memanas, Iran Siapkan Tindakan Balasan atas Blokade AS terhadap Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kematian-pemimpin-tertinggi-Iran-Ayatollah-Ali-Khamenei.jpg)