Sabtu, 18 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ditunda, Iran Sebut Dua Alasan Utama

Faktor pertama berkaitan dengan tingginya minat masyarakat dari berbagai provinsi di Iran yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/khamenei.ir
KHAMENEI - Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Iran menunda pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan berlangsung di Teheran.
  • Penundaan dilakukan beberapa hari setelah Khamenei wafat akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
  • Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni persoalan logistik serta alasan keamanan.
 
 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran menunda pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan berlangsung di Teheran.

Penundaan dilakukan beberapa hari setelah Khamenei wafat akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yakni persoalan logistik serta alasan keamanan.

Faktor pertama berkaitan dengan tingginya minat masyarakat dari berbagai provinsi di Iran yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.

Pemerintah memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri oleh jutaan pelayat.

Persiapan pemakaman pun masih berlangsung untuk mengakomodasi besarnya jumlah massa yang diperkirakan hadir.

Sebagai perbandingan, sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989.

Selain faktor logistik, pemerintah Iran juga mempertimbangkan aspek keamanan.

Kehadiran massa dalam jumlah besar menimbulkan kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap kerumunan pelayat.

Sebelumnya, Kepala Dewan Dakwah Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, sempat menyatakan bahwa upacara perpisahan akan dimulai pukul 22.00 waktu setempat di Aula Doa Imam Khomeini di Teheran dan berlangsung selama tiga hari.

“Aula doa akan menerima pengunjung. Masyarakat dapat hadir dan mengambil bagian dalam upacara perpisahan serta sekali lagi menunjukkan kehadiran yang kuat,” kata Mahmoudi dalam pernyataan yang dikutip media Iran.

Khamenei meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026) dalam usia 86 tahun.

Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran 1979.

Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan peradilan, serta berperan sebagai pemimpin spiritual negara.

Baca juga: Perang Iran Memanas, Pasar Saham Dunia Bergejolak! Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved