Senin, 20 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Jantung Sistem Pertahanan AS Hancur Diserang Iran, Citra Satelit Perlihatkan Dampak Kerusakan Parah

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa serangan kemungkinan berhasil mengenai target radar yang menjadi bagian dari sistem pertahanan udara tersebut.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/24h.com.vn
Citra satelit terbaru mengungkap kerusakan serius pada salah satu komponen penting sistem pertahanan udara Amerika Serikat di Timur Tengah setelah diserang Iran.  

Jantung Sistem Pertahanan AS Hancur Diserang Iran, Citra Satelit Perlihatkan Dampak Kerusakan Parah

SERAMBINEWS.COM - Citra satelit terbaru mengungkap kerusakan serius pada salah satu komponen penting sistem pertahanan udara Amerika Serikat di Timur Tengah setelah diserang Iran

Radar milik sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang berada di Yordania dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan diduga hancur, dalam rangkaian eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Citra satelit yang diambil pada 2 Maret 2026 menunjukkan dua kawah bom besar di area radar jantung pertahanan AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, yang berjarak lebih dari 800 kilometer dari Iran

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa serangan kemungkinan berhasil mengenai target radar yang menjadi bagian dari sistem pertahanan udara tersebut.

Radar sistem THAAD yang dikenal dengan kode AN/TPY-2 diproduksi oleh perusahaan pertahanan Raytheon. 

Perangkat ini dianggap sebagai “jantung” dari sistem pertahanan THAAD karena berfungsi mendeteksi, melacak, serta menyediakan data untuk peluncuran rudal pencegat guna menghancurkan rudal balistik sebelum mencapai sasaran.

Menurut dokumen anggaran Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat tahun 2025, satu unit radar AN/TPY-2 memiliki nilai hampir 500 juta dolar AS. 

Kerusakan atau kehancuran perangkat tersebut dinilai dapat berdampak signifikan terhadap efektivitas sistem pertahanan rudal.

Citra satelit menunjukkan radar di pangkalan Muwaffaq Salti kemungkinan mengalami kerusakan berat atau bahkan hancur. 

Baterai THAAD di pangkalan tersebut diketahui baru dikerahkan pada pertengahan Februari 2026 dan diduga menjadi sasaran serangan pada 1 atau 2 Maret 2026.

Pangkalan udara Muwaffaq Salti sendiri selama ini menjadi salah satu pusat operasional penting militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. 

Foto satelit sebelum konflik menunjukkan lebih dari 50 jet tempur, sejumlah drone, serta pesawat angkut berada di landasan pangkalan tersebut. 

Selain itu, puluhan hanggar lain diperkirakan juga menyimpan pesawat tambahan yang tidak terlihat secara langsung dari citra satelit.

Serangan serupa juga diduga terjadi di Uni Emirat Arab (UEA). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved