Konflik Amerika vs Iran
Terungkap! AS Gunakan Senjata Laser Hadapi Serangan Iran, Perang Modern Libatkan Satelit dan Siber
Penggunaan sistem berteknologi tinggi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam pola peperangan modern
Ringkasan Berita:
- Militer Amerika Serikat memakai senjata laser High-Energy Laser with Integrated Optical Dazzler and Surveillance (HELIOS) untuk menghancurkan drone dan rudal Iran. Dalam 72 jam, AS menghantam 1.700 target dan merusak 200 peluncur rudal.
- Operasi didukung United States Space Force lewat satelit inframerah dan serangan siber United States Cyber Command.
- Iran tetap meluncurkan ratusan drone dan lebih dari 500 rudal balistik, menurut Pentagon.
SERAMBINEWS.COM – Militer Amerika Serikat dilaporkan mulai mengerahkan teknologi senjata laser mutakhir dalam konflik yang melibatkan Iran. Teknologi ini digunakan untuk menghadapi serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Teheran.
Penggunaan sistem berteknologi tinggi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam pola peperangan modern, yang kini tidak hanya mengandalkan kekuatan militer konvensional, tetapi juga integrasi teknologi luar angkasa dan operasi siber.
Dilansir dari The New York Post, Sabtu (7/3/2026), kapal perusak Angkatan Laut AS yang beroperasi di pesisir Timur Tengah telah dilengkapi sistem senjata laser bernama High-Energy Laser with Integrated Optical Dazzler and Surveillance (HELIOS).
Sistem ini mampu memusatkan energi laser berkekuatan tinggi untuk menghancurkan drone di udara dengan presisi tinggi.
Baca juga: Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses Medsos Tertentu, Ini Daftar Aplikasinya
Israel juga gunakan laser Iron Beam
Selain HELIOS milik Amerika Serikat, militer Israel juga dilaporkan menggunakan sistem senjata laser yang dikenal sebagai Iron Beam.
Teknologi ini disebut mampu melumpuhkan roket hanya dalam hitungan detik setelah diluncurkan, khususnya di wilayah perbatasan Israel-Lebanon.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer, data yang beredar menunjukkan efektivitas penggunaan senjata laser dalam konflik tersebut.
Dalam 72 jam pertama pertempuran, pasukan AS dilaporkan berhasil menghantam sekitar 1.700 target serta menghancurkan lebih dari 200 peluncur rudal balistik milik Iran.
Jumlah itu diperkirakan hampir setengah dari total peluncur yang dimiliki negara tersebut.
Baca juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Waktu Terjadi & Tanda-tandanya Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Peran Space Force dan satelit inframerah
Keberhasilan operasi ini juga tidak terlepas dari dukungan United States Space Force atau Angkatan Luar Angkasa AS.
Dengan memanfaatkan satelit berpemandu inframerah, militer AS dapat mendeteksi panas dari peluncuran rudal secara real-time. Teknologi tersebut memungkinkan sistem pertahanan bereaksi jauh lebih cepat sebelum rudal mencapai target.
Brent David Ziarnick, mantan profesor program Space Force di Johns Hopkins University, menjelaskan cara kerja sistem tersebut.
"Mereka bisa melihat rudal dan menentukan titik lokasi peluncurannya. Rudal tersebut kemudian dapat dicegat dan dihancurkan. Pasukan di lapangan mendapat notifikasi adanya serangan, sehingga mereka bisa segera menuju bunker perlindungan," ujar Ziarnick.
Data dari satelit ini kemudian diolah melalui kubah radar raksasa yang dikenal sebagai Radomes.
| AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Trump Pastikan Gencatan Senjata Tetap Berlaku |
|
|---|
| AS Tembaki Kapal Tanker Berbendera Iran di Teluk Oman, Kapal Dilaporkan Lumpuh |
|
|---|
| Ghalibaf Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah, Serukan Lima Poin kepada Rakyat |
|
|---|
| Perang Iran vs AS Mulai Mereda, Ancaman Baru Muncul dari Perompak Somalia |
|
|---|
| AS Resmi Akhiri Kampanye Militer ‘Operasi Epic Fury’ Terhadap Iran: Kami Telah Mencapai Tujuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-perang-AS-menembakkan-sistem-senjata-laser-dalam-menghadapi-serangan-Iran.jpg)