Konflik Amerika vs Iran
Terungkap! AS Gunakan Senjata Laser Hadapi Serangan Iran, Perang Modern Libatkan Satelit dan Siber
Penggunaan sistem berteknologi tinggi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam pola peperangan modern
Sementara itu, Sam Eckhome, pembawa acara kanal YouTube "Access Granted", menyebut jaringan tersebut sebagai salah satu sistem peringatan dini paling canggih di dunia.
"Sistem ini dibangun untuk memastikan, jika sebuah rudal diluncurkan, Amerika Serikat akan menjadi yang pertama mengetahuinya," kata Eckhome.
Baca juga: Dokter Richard Lee Ditahan di Rutan Salemba Polda Metro Jaya, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Perang siber lumpuhkan radar Iran
Selain kekuatan senjata, operasi militer ini juga melibatkan serangan siber yang terkoordinasi.
United States Cyber Command bekerja sama dengan Angkatan Antariksa AS untuk melumpuhkan sistem radar musuh menggunakan malware serta perangkat lunak pengacak radar.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, mengungkapkan bahwa operasi siber sudah dimulai bahkan sebelum tembakan pertama dilepaskan.
Strategi tersebut bertujuan mengganggu sistem komunikasi Iran sehingga menciptakan kebingungan di pihak lawan.
Di sisi lain, intelijen Mossad juga dikabarkan berhasil meretas hampir seluruh kamera lalu lintas di Teheran untuk memantau pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Perang teknologi, bukan lagi kekuatan pasukan darat
Efektivitas teknologi ini terlihat dari minimnya korban di pihak Amerika Serikat dan Israel.
Selama empat hari konflik berlangsung, AS dilaporkan hanya mencatat enam korban jiwa tanpa harus mengerahkan pasukan darat dalam skala besar.
Bree Fram, mantan kolonel Angkatan Antariksa AS, menilai bahwa peperangan modern kini lebih banyak ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan kecerdasan strategi.
"Fakta bahwa ini bukan formasi massal pasukan dengan senapan di darat menunjukkan bahwa kekuatan ini dibangun dengan teknologi ekstrem dan kecerdasan untuk mengoperasikannya. Kombinasi itu menjadikan kita kekuatan paling mumpuni di bumi," tegas Fram.
Iran tetap kirim ratusan drone
Meski demikian, konflik belum mereda. Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran terus meluncurkan ratusan drone ke negara-negara Arab di sekitar Teluk Persia.
Serangan tersebut memicu kekhawatiran regional dan turut memengaruhi pasar global, termasuk jalur pengiriman minyak dan perdagangan internasional.
Menurut Hasan Alhasan, peneliti senior di International Institute for Strategic Studies, strategi Iran kini lebih menekankan ketahanan serangan.
“Penekanan Iran sekarang adalah ketekunan, bukan kuantitas,” kata Alhasan.
| Hubungan AS-Israel Memanas, Israel Diduga Intensifkan Spionase terhadap Pejabat Tinggi Amerika |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas, AS Cegat Enam Rudal Iran dan Balas Serang Situs Radar |
|
|---|
| Iran Gempur Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain: Bandara Lumpuh, Sejumlah Orang Terluka |
|
|---|
| AS dan Iran Kembali Saling Serang, Kapal Tanker dan Pangkalan Militer di Kuwait-Bahrain Jadi Sasaran |
|
|---|
| Timur Tengah Kian Memanas! Trump Tekan Oman agar Jauhi Iran, UEA dan Arab Saudi Ikut Geram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kapal-perang-AS-menembakkan-sistem-senjata-laser-dalam-menghadapi-serangan-Iran.jpg)