Kamis, 9 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Sinyal Meredanya Konflik AS–Iran

Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah acuan global Brent bahkan sempat turun di bawah 84 dolar AS per barel

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar video
Seorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020. 

Ringkasan Berita:
  • Harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (10/3/2026).
  • Penurunan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera mereda.
  • Sebelumnya, harga minyak sempat melesat hingga mendekati 120 dolar AS per barel pada Senin (9/3/2026).

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (10/3/2026).

Penurunan ini terjadi setelah muncul sinyal bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera mereda.

Sebelumnya, harga minyak sempat melesat hingga mendekati 120 dolar AS per barel pada Senin (9/3/2026).

Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi global dari kawasan Timur Tengah.

Namun, setelah muncul pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa perang dengan Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama, harga minyak mulai terkoreksi.

Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah acuan global Brent bahkan sempat turun di bawah 84 dolar AS per barel sebelum kembali stabil di kisaran 90 dolar AS per barel.

Kekhawatiran Pasokan Energi Global

Lonjakan harga minyak sebelumnya dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang merupakan salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.

Para pelaku pasar khawatir konflik tersebut dapat mengganggu distribusi minyak dari kawasan Teluk, terutama melalui jalur pelayaran strategis seperti Strait of Hormuz.

Selat sempit ini memiliki peran vital dalam perdagangan energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Ketika konflik meningkat, lalu lintas kapal tanker di kawasan tersebut dilaporkan hampir terhenti, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan krisis pasokan energi.

Baca juga: Pasar Dunia Bernapas Lega! Harga Minyak Turun Setelah Trump Klaim Konflik Iran Segera Usai

Sinyal Konflik Akan Segera Berakhir

Penurunan harga minyak terjadi setelah Trump menyampaikan bahwa operasi militer terhadap Iran kemungkinan hanya berlangsung singkat.

Dalam konferensi pers di Florida, ia menyatakan bahwa konflik tersebut hampir selesai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved