Breaking News
Senin, 20 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Sinyal Meredanya Konflik AS–Iran

Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah acuan global Brent bahkan sempat turun di bawah 84 dolar AS per barel

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar video
Seorang pria bermasker tampak sedang berjalan melewati tangki minyak yang rusak di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada 24 November 2020. 

Pernyataan ini memberikan harapan kepada pasar bahwa gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah tidak akan berlangsung lama.

Optimisme tersebut mendorong sebagian pelaku pasar untuk melakukan aksi jual pada kontrak minyak yang sebelumnya melonjak akibat sentimen perang.

Ancaman Terhadap Jalur Energi Masih Ada

Meski memberikan sinyal bahwa konflik akan segera mereda, Trump tetap memperingatkan Iran agar tidak mengganggu arus distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memberikan respons keras apabila Iran mencoba menghentikan aliran minyak dari kawasan tersebut.

Pernyataan saling ancam antara kedua pihak menunjukkan bahwa meskipun harga minyak telah turun, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih cukup tinggi.

Pasar Energi Dinilai Masih Rentan

Menurut pendiri dan Managing Director perusahaan investasi energi InterCapital Energy, Alberto Bellorin, penurunan harga minyak saat ini hanya memberi ruang sementara bagi pasar untuk bernapas.

Ia menilai kondisi pasar energi global masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.

Bellorin memperkirakan harga minyak akan tetap bergerak fluktuatif selama konflik belum benar-benar berakhir.

 Jika ketegangan meningkat kembali, harga minyak berpotensi melonjak lagi.

Sebaliknya, jika situasi membaik, harga dapat terus mengalami penurunan.

Baca juga: Krisis Minyak Mengintai, Aramco Peringatkan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Dampak ke Pasar Keuangan Global

Turunnya harga minyak juga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global.

Sejumlah bursa saham di berbagai negara mencatat penguatan setelah kekhawatiran terhadap pasokan energi mulai mereda.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved