Konflik Amerika vs Iran
Harga Minyak Dunia Turun Setelah Sinyal Meredanya Konflik AS–Iran
Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah acuan global Brent bahkan sempat turun di bawah 84 dolar AS per barel
Indeks saham di Eropa mencatat kenaikan, termasuk FTSE 100 di London yang naik hampir dua persen.
Sementara itu, indeks DAX Jerman dan CAC 40 Prancis juga mencatat kenaikan signifikan.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan turut menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat lonjakan harga minyak.
Risiko Jika Selat Hormuz Tetap Terganggu
Meski harga minyak mulai turun, risiko terhadap pasar energi global masih cukup besar jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut.
CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa penutupan jalur pelayaran tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi pasar energi dunia.
Menurutnya, cadangan minyak global saat ini berada pada level terendah dalam lima tahun terakhir.
Jika gangguan pasokan berlangsung lama, kondisi tersebut dapat memicu tekanan besar terhadap perekonomian global.
G7 Bahas Opsi Darurat
Lonjakan harga minyak juga mendorong negara-negara yang tergabung dalam Group of Seven atau G7 untuk membahas langkah darurat guna menjaga stabilitas pasar energi.
Dalam pertemuan bersama International Energy Agency (IEA), para pemimpin negara G7 membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis ke pasar.
Namun hingga kini belum ada keputusan final terkait penggunaan cadangan tersebut, karena langkah itu dianggap sebagai opsi terakhir yang hanya dapat digunakan sekali.
Para analis menilai keputusan tersebut menjadi dilema bagi pemerintah: apakah menunggu perkembangan konflik atau segera menambah pasokan untuk menenangkan pasar.
Baca juga: Polemik Sulitnya Penukaran Uang Baru, Haji Uma Datangi Bank Indonesia Lhokseumawe
Baca juga: Warga Tetap Dapat Akses Layanan BPJS di Kota Tujuan Mudik
Baca juga: Purbaya: Pemerintah Sudah Salurkan THR Rp11,16 Triliun untuk Lebih dari 2 Juta Aparatur Negara
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| Timur Tengah Memanas, AS Kerahkan Tiga Kapal Induk di Tengah Gencatan Senjata dengan Iran |
|
|---|
| Siaga Perang, Israel Tunggu Restu AS untuk Serang Iran, Target Pemimpin hingga Fasilitas Energi |
|
|---|
| Mantan Petugas CIA Sebut Trump Ingin Gunakan Kode Nuklir Hadapi Iran |
|
|---|
| Iran Mulai Raup Pendapatan dari Tarif Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| AS Tak Berniat Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Puji Teheran: Mereka Negara yang Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tangki-minyak-yang-rusak-di-fasilitas-kilang-minyak-saudi-aramco-di-kota-jeddah.jpg)