AS dan Israel Serang Iran
Pentagon: 140 Tentara AS Terluka dalam Perang dengan Iran, 8 dalam Kondisi Parah
Departemen Pertahanan Amerika Serikat akhirnya mengungkap jumlah korban luka di kalangan tentaranya dalam konflik dengan Iran.
SERAMBINEWS.COM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat akhirnya mengungkap jumlah korban luka di kalangan tentaranya dalam konflik dengan Iran.
Pentagon menyatakan sekitar 140 tentara AS mengalami luka-luka, dengan delapan di antaranya dalam kondisi parah akibat serangan rudal dan drone Iran di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan sebagian besar korban mengalami luka ringan dan sudah kembali bertugas. Dari total korban, 108 tentara dilaporkan telah pulih dan kembali menjalankan tugas militer.
Namun, beberapa kasus berujung tragis. Salah satu korban yang baru-baru ini meninggal adalah Sersan Angkatan Darat Benjamin Pennington, yang tewas beberapa hari setelah mengalami luka dalam serangan Iran di Arab Saudi. Selain itu, enam tentara AS lainnya tewas akibat serangan drone di Kuwait.
Ancaman Drone dan Rudal Iran
Lonjakan jumlah korban luka ini menyoroti bahaya serius dari serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Perlawanan Islam Irak Klaim 13 Tentara AS Tewas dalam Rentetan Serangan ke Pangkalan Amerika
Meski Pentagon tidak merinci jenis cedera yang dialami para prajurit, para analis memperkirakan banyak korban mengalami luka akibat pecahan ledakan dan cedera otak traumatis (TBI).
Cedera otak traumatis merupakan salah satu luka yang paling sering terjadi dalam perang modern.
Sejak tahun 2000, lebih dari setengah juta tentara AS dilaporkan mengalami jenis cedera tersebut akibat paparan ledakan di medan perang seperti di Irak dan Afghanistan.
Pentagon Sebelumnya Disebut Meremehkan Korban
Sebelumnya, pejabat pertahanan AS sempat menyebut jumlah korban luka hanya kurang dari selusin orang, jauh lebih kecil dibandingkan angka terbaru yang diungkap Pentagon.
Perbedaan ini memicu kritik dari sejumlah pihak di Washington karena dianggap kurang transparan dalam menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Klaim Serangan Iran Menurun
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine menyatakan intensitas serangan Iran mulai menurun. Menurutnya, sejak perang dimulai, serangan rudal balistik Iran turun hingga 90 persen, sementara serangan drone menurun sekitar 83 persen.
Meski begitu, analis pertahanan seperti Kelly Grieco mengingatkan bahwa penurunan serangan tidak selalu berarti kemampuan militer Iran melemah.
Menurutnya, penurunan tersebut bisa saja bagian dari perubahan strategi Iran, bukan karena kehilangan kapasitas untuk menyerang.
Kritik di Capitol Hill
Laporan jumlah korban luka ini muncul setelah kantor berita Reuters mengungkap data tersebut lebih dulu. Hal itu memicu kemarahan sejumlah anggota Kongres yang menilai Pentagon seharusnya lebih terbuka mengenai kondisi pasukan di garis depan.
| Iran Ingatkan Sekutu AS jangan Coba-coba Masuki Selat Hormuz Bantu AS Kawal Kapal Dagang |
|
|---|
| Kantor Berita Fars: Dua Rudal Iran Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Buat Aturan Baru Lalu Lintas di Selat Hormuz, Kapal yang Membangkang akan Hadapi Risiko Bahaya |
|
|---|
| Pesawat Militer AS Terus Berdatangan ke Timur Tengah Picu Spekulasi Perang Iran Bakal Kembali Pecah |
|
|---|
| AS Bersiap Lancarkan Operasi Kawal Kapal Minyak yang Terjebak di Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-as.jpg)